Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni.

SURABAYA | duta.co – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengembalikan 2.212 anak ke bangku sekolah melalui Gerakan Pengurangan Anak Tidak Sekolah (GP-ATS) mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni.

‎“Sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, saya tentu menyambut dan mengapresiasi kabar baik dari Kabupaten Bojonegoro tentang kembalinya 2.212 anak ke sekolah melalui Program Gerakan Pengurangan Anak Tidak Sekolah (GP-ATS),” ujarnya politisi asal Partai Demokrat, Kamis (15/1/2026).

‎Menurut Sri Wahyuni, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dijamin oleh negara. Oleh karena itu, capaian tersebut dinilainya harus terus dijaga melalui penguatan strategi lanjutan agar tidak kembali terjadi anak putus sekolah.

‎“Ini menjadi PR kita selanjutnya. Perlu langkah strategis dengan berbagai pendekatan, baik melalui keluarga maupun masyarakat. Mulai dari identifikasi dan pemetaan, penyediaan pendidikan alternatif, kolaborasi lintas sektoral, bantuan biaya pendidikan, hingga pengawasan dan pendampingan agar anak-anak tetap sekolah dan mendapatkan pendidikan berkualitas,” tegasnya.

‎Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa setiap anak memiliki potensi besar yang dapat berkembang secara optimal melalui pendidikan. “Dengan pendidikan yang berkualitas, mereka dapat menjadi generasi unggul dan membawa kemajuan bagi masyarakat serta bangsa,” tambahnya.

‎Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi (verval) data Anak Tidak Sekolah (ATS) per 30 Juni 2025, tercatat sebanyak 2.212 anak di Kabupaten Bojonegoro berhasil kembali mengenyam pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun pendidikan kesetaraan. Meski demikian, masih terdapat 4.143 anak yang terkonfirmasi belum bersekolah dan menjadi fokus penanganan lanjutan pemerintah daerah.

‎Data Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab dominan anak tidak bersekolah. Sebanyak 875 anak tercatat bekerja, sementara 351 anak tidak melanjutkan pendidikan karena menikah atau mengurus rumah tangga. Selain itu, faktor motivasi juga cukup signifikan, dengan 425 anak enggan kembali bersekolah dan 131 anak menilai pendidikan yang telah ditempuh sudah mencukupi. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry