PEMENANG: Empat pemenang lelang bandeng kawak yang digelar Pemkab Sidoarjo dalam rangka melestarikan budaya sekaligus memacu produk perikanan yang menjadi unggulan daerah. (duta.co/yudi irawan)

SIDOARJO | duta.co -Lelang bandeng kawak tradisional dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemarin malam digelar di Alun-alun Sidoarjo, Rabu, (6/12). Empat bandeng kawak milik petani tambak Sidoarjo tersebut menjadi perebutan dalam lelang bandeng kawak tradisional tersebut.

Bandeng-bandeng kawak tersebut merupakan pemenang dari lomba timbang bandeng yang sebelumnya dilakukan di Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo.

Diantaranya bandeng yang dilelang tadi malam bandeng seberat 7,70 Kg milik Sutriman petani tambak Dusun Tegalsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, bandeng seberat 5,55 Kg milik H. Musthofa petani tambak Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, bandeng seberat 5,35 Kg milik H. Khanifan petani tambak Desa Sawohan Kecamatan Buduran dan bandeng seberat 5,24 Kg milik  Hj. Emi Masrurotillah petani tambak Desa Candi Jaya Kecamatan Candi. Dari hasil perolehan lelang terkumpul uang sebesar Rp. 2.208.506.000.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan dana hasil lelang bandeng digunakan untuk dana sosial. Semisal dimanfaatkan untuk kaum dhuafa serta kegiatan sosial-sosial lainnya. Bupati mengatakan lelang bandeng kawak tradisional rutin diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Kegiatan tersebut juga menjadi tradisi bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Melalui kegiatan seperti ini ia katakan akan memotivasi para petani bandeng kawak untuk terus membudidayakan dan melestarikan komoditi bandeng kawak di Sidoarjo. Ia berharap tradisi lelang bandeng dapat menjadi salah satu destinasi wisata dan menjadi salah satu ikon unggulan pariwisata Sidoarjo maupun Jatim,” jelasnya.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan komoditi perikanan di Kabupaten Sidoarjo terus berkembang. Hal tersebut terbukti dengan berkembangnya jumlah petani tambak terutama petani bandeng kawak. Setiap tahun, produksi perikanan di Kabupaten Sidoarjo semakin meningkat.

Ketua Pantia lelang bandeng kawak tradisional Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH mengatakan peserta lelang didapat dari hasil peninjauan lapangan oleh panitia.  Sebelumnya ada lima orang pembudidaya ikan bandeng di Kabupaten Sidoarjo yang dipilih. Namun hanya empat bandeng kawak yang dipilih dari besarnya untuk ikut lelang bandeng kawak tahun ini.

Ia juga sampaikan para pemilik bandeng kawak yang ikut kegiatan tersebut akan diberikan taliasih dari Pemkab Sidoarjo.  Tali asih tersebut berupa medali emas, piagam dan trophy serta sepeda motor. Pemilik bandeng kawak juga mendapatkan uang tunai kepada sesuai kategori unggulan. Uggulan pertama mendapatkan uang tunai Rp 5 juta, unggulan kedua sebesar Rp 4,5 juta, unggulan ketiga Rp 4 juta dan unggulan keempat mendapatkan uang tunai Rp 3,5 juta.

Nur Ahmad Syaifuddin juga mengatakan sebelumnya telah diselenggarakan berbagai kegiatan pendukung kegiatan lelang bandeng tahun 2017 ini. Diantaranya penyelenggaraan pasar bandeng murah, diba`an, penimbangan bandeng, lomba bakar bandeng dan lomba mewarnai.

Dalam lelang bandeng kawak tradisional kemarin penawaran pertama dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah dengan nominal sebesar Rp. 5 juta. Kemudian disusul Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH dan Forkopimda Sidoarjo yang hadir.

Seluruh undangan juga berhak melakukan penawaran. Seperti dari Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sidoarjo serta masyarakat umum. Penawaran tertinggi dilontarkan para pengusaha menjelang penutupan penawaran. Nilainya ratusan juta rupiah.

Ada 4 perusahaan yang nilai penawarannya mencapai Rp. 300 juta lebih. Yakni PT. Royal Teknis Tambak Oso, PT. Green Florensia, PT. Lapindo Brantas dan PT. Agent Park. (yud)

 

Tinggalkan Balasan