DITEKEL: Rahman Abanda dijatuhkan di kotak terlarang babak II namun eksekusi pinalti tidak berbuah gol (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co-Bermain dihadapan ribuan Persikmania di Stadion Brawijaya Kediri, tim Macan Putih julukan Persik Kediri gagal meraih poin penuh saat menjamu Persewangi Banyuwangi. Bermain dengan tempo cepat dan sarat emosi, memaksa wasit mengeluarkan Dadang Apriadianto karena melakukan pelanggaran cukup keras untuk ketigakalinya.

Coach Bejo Sugiantoro, pelatih Persik Kediri mengakui jika anak asuhnya tidak fokus dan kurang berkonsentrasi menjaga pergerakan pemain lawan. Sementara Manager Persewangi, H. Hari Wijaya menyatakan cukup puas meski belum pernah sekalipun mengalahkan tim kebanggaan Kediri ini.

Tanpa kehadiran Ahmad Taufik di lini pertahanan dan memainkan kiper kedua, Ahmad Fahmy Arianto, rupanya berpengaruh pada hasil akhir. Meski berulangkali mendapat kesempatan emas bahkan sepakan pinalti Iman Budi Hernandi diperoleh pada menit ke – 60, gagal menjebol jala tim tamu dikawal apik Nanda Pradana.

Ironisnya, meski minim peluang namun anak – anak Laskar Blambangan mampu memaksimalkan dengan membuahkan gol.

“Anak – anak memang kurang fokus dan disiplin berkonsentrasi menjaga pemain lawan. Saya sudah ingatkan saat di ruang ganti dan ditegaskan saat jeda babak kedua. Namun kami akui, Persewangi mampu memaksimalkan meski minim peluang,” jelas Coach BS.

Peluang untuk Persik? Tidak terhitung berapakali anak – anak Macan Putih membuang kesempatan mencetak gol didapat Abanda, Rif Yanggi maupun Sendy Pratama. “Anak – anak kurang tenang dalam penyelesaian akhir, mungkin terlalu bersemangat bermain dihadapan Persikmania,” terang Pelatih Persik.

Sempat unggul di menit ke – 40 melalui heading Adi Eko Jayanto hasil umpan Sendy, kemudian dibalas tim tamu melalui tendangan saltoSahar Tehupelasury menyisakan waktu 30 detik di babak pertama. Memasuki babak kedua, Persik kembali mengambil inisiatif menyerang, memasuki menit ke – 50 aksi solo run Sendy memasuki kotak pinalti lawan, berhasil mengoyak jala Persewangi.

Peluang emas pun terus didapat namun tidak juga berbuah gol dan saat mendapat tekanan balik, justru gawang dijaga kiper kedua Persik, Achmad Fahmy justru kebobolan. Atas hasil draw 2 – 2 ini, Persik menutup putara pertama bertengger di posisi tiga klasemen sementara di bawah PSMP Mojokerto dan Kalteng Putra.

“Atas seizin manajemen, kami berniat belanja dua fullback sekaligus pada posisi kiri dan kanan, untuk memperkuat jantung pertahanan memasuki putaran kedua nanti,” ungkap pelatih, mantan bek Timnas Indonesia dan pemain legendaris Persebaya Surabaya.

Sementara di kubu Persewangi menyatakan berkeinginan pulang dengan 3 poin. “Bahwa Persik memiliki pemain ke – 12 yaitu Persikmania, susah mengalahkannya di kandang sendiri,” jelas Manager Persewangi, Hari Wijaya dalam jumpa pers usai pertandingan. (nng)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan