
SIDOARJO | duta.co – Akhirnya! Rambu lalu lintas yang sempat viral karena roboh di dekat perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, tepatnya di jalan penghubung Dusun Malangbong, Desa Kepunten dengan wilayah Kajeksan, Kecamatan Tulangan, hari ini, Rabu (30/7/25) tampak terpasang kembali.
Rambu yang rusak terdiri dari rambu “STOP” berbentuk segi delapan berwarna merah dan rambu segitiga kuning sebagai penanda perlintasan kereta api. Kondisi robohnya rambu tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan pengendara, khususnya yang belum familiar dengan jalur tersebut.
Wawan, warga Perumtas 3 Tulangan yang setiap hari melintasi jalur itu, mengaku sempat khawatir saat rambu-rambu tersebut tidak berfungsi.
“Rambu itu sangat membantu pengguna jalan agar lebih waspada saat melintasi rel kereta api yang menghubungkan arah Mojokerto dan Sidoarjo. Tapi karena roboh dan nyaris tak terlihat, tentu sangat membahayakan,” ujarnya.
Setelah mengetahui rambu telah diperbaiki, Wawan mengaku lega dan mengapresiasi langkah cepat dari pihak terkait. Warga maupun pengguna jalan yang melewati rel merasa bisa lebih nyaman dengan adanya rambu tersebut.
“Terima kasih kepada Dishub Kabupaten, Dishub Provinsi, maupun PT KAI yang sudah sigap memperbaiki. Ini sangat penting untuk keselamatan kita semua,” ucapnya.
Senada, Endang (59), warga yang juga kerap melewati jalur tersebut, turut menyampaikan rasa syukur.
“Alhamdulillah, rambu-rambunya sudah kembali berfungsi. Sekarang kami sebagai pengguna jalan tidak khawatir lagi bila ada kereta lewat. Terima kasih kepada pemerintah melalui dinas terkait yang cepat merespons,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. “Karena ini menyangkut keselamatan masyarakat, khususnya pengendara yang melintasi perlintasan tanpa palang pintu ini,” pungkasnya.
Terpisah, sejumlah pengguna jalan yang melintas di lokasi perlintasan tersebut juga mengaku lega. Mereka berharap peristiwa serupa tidak terulang, dan rambu-rambu keselamatan senantiasa dijaga dan diawasi. (loe)





































