MANAJEMEN : Pertemuan Manajemen Persik dan perwakilan Persikmania (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Perasaan lega dan ucapan terima kasih atas dukungan Persikmania disampaikan Subiantoro, Sekretaris Umum (Sekum) Persik Kediri usai mengikuti Kongres PSSI 2019 di Nusa Dua Hotel Bali. Salah satu tuntutan Persikmania terkait legalitas telah tuntas.

“Terkait legalitas diharapkan suporter, Alhamdulillah sudah tuntas, hal ini sudah dibacakan saat kongres berlangsung. Persik telah memiliki badan hukum baru, PT. Kediri Djajati Perkasa atas permintaan PSSI yang meminta registrasi ulang,” jelas Pak Sekum, sapaan akrab Subiantoro ditemui usai pertemuan dengan perwakilan suporter di Sekretariat Persik, Jl. PK. Bangsa Kota Kediri.

Ditambahkan Pak Sekum, bahwa kenapa Persik menjadi salah satu dari tiga tim yang tidak menandatangani surat mosi tidak percaya agar Ketua Umum PSSI mundur dari jabatan, juga tidak lepas dari usulan diberikan Persikmania.

“Bahwa usulan suporter, sekalian digelar KLB (Kongres Luar Biasa, red), tidak hanya Ketum PSSI saja yang mundur namun semua pengurusnya harus diganti,” imbuhnya.

Namun tanpa disangka dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya, diterangkang Subiantoro, saat pidato pembukaan kongres, Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi menyatakan menggundurkan diri.

“Semua di luar dugaan kami, namun kami tidak ingin disibukkan dengan urusan PSSI. Kini kami fokus proyeksi tim yang mandiri, profesional dan menjadikan Persik sebagai industri sepak bola,” jelasnya.

Atas rencana ini, sejumlah perwakilan Persikmania menyatakan setuju dan siap mendukung tim Macan Putih, bila ada upaya pihak – pihak yang berusaha menghambat atau melakukan provokasi menjatuhkan prestasi.

“Para suporter malah bertekad, apabila ada upaya menghambat akan siap mengawal dan mendukung Persik,” tegas Sekum.

Poin lain hasil pertemuan, segera dilakukan perbaikan pagar kawat pembatas lapangan, memfungsikan kembali toilet di dalam stadion, membangun sistem tiket bersama suporter, melakukan pengelolaan stadion menggandeng pihak ketiga, memproduksi jersey Persik dan mematenkan logonya.

“Bahkan ada usulan untuk memproduksi ulang, jersey Persik sejak klub ini berdiri, termasuk membatasi produksi jersey. Jaminan diberikan perwakilan suporter, akan memberikan edukasi untuk menggunakan jersey atau atribut diproduksi resmi seijin manajemen,” terang Pak Sekum. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.