Keterangan foto koranmadura.com

SUMENEP | duta.co – Musibah datang tak kenal waktu. Menjelan lebaran, tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yakni Batu Putih, Manding, dan Dasuk tiba-tiba dihajar gempa berkekuatan 4,8 SR yang melanda wilayah tersebut, Rabu (13/6/2018) malam.

Kondisi ini membuat warga semburat, menyelamatkan diri. Berntung tidak ada korban tewas. Demikian disampaikan Kepala BPBD Sumenep, A Rahman Riadi melalui telepon, Kamis pagi (14/6) seperti dilansir Antara.

Pimpinan dan staf BPBD Sumenep langsung turun ke lapangan dibantu perangkat desa dan kantor kecamatan setempat. Sesuai hasil laporan dan pemantauan di sejumlah lokasi, terdapat lebih dari 43 bangunan milik warga di tiga kecamatan tersebut yang mengalami kerusakan.

“Kami masih akan turun ke lapangan lagi untuk mengecek atau memverifikasi semua laporan dan informasi yang masuk,” kata Rahman, menerangkan.

Camat Batu Putih, Purwo Edi menyatakan di wilayahnya ada 38 bangunan yang rusak akibat gempa. Sesuai data dari Camat Batu Putih, di Desa Bulla’an terdapat 26 bangunan yang mengalami kerusakan, yakni 24 rumah milik warga, satu masjid, dan satu sekolah (madrasah).

Selanjutnya satu musala di Desa Batu Putih Laok, satu rumah di Desa Bantelan, dan 10 rumah milik warga di Desa Sergang. “Selain itu, ada tiga warga kami yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan miliknya,” kata Purwo, menerangkan.

Tiga korban luka tersebut adalah Sei (45), Bainah (50), dan Tarti (5), semuanya warga Desa Bula’an. (wid,rmol,ant)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.