SURABAYA | duta.co – Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) yang digelar Partai Keadilan Sejahtara (PKS) memasuki babak semi final alias seleksi tingkat provinsi. Di Jawa Timur, ada 33 peserta dari seluruh daerah yang akan mengikuti selektasi LBKK tahun ke-4, Ahad (20/12/2020) di Gedung Museum Nahdlatul Ulama (NU), Jl Gayungsari Timur No 35, Surabaya.

“Alhamdulillah, dewan jurinya sudah siap. Untuk mendapat kualitas terbaik kami melibatkan juri musabaqoh qiroatul kutub yang bersertifikat dari Kemenag RI. Beliau adalah KH Farmadi, KH Suud Amin dan KH Amanullah,” demikian disampaikan Ustad Muhammad Aziz, Ketua Bidang Pembangunan Keumatan DPW PKS Jawa Timur kepada duta.co, Jumat (18/12/2020).

KIRI-Ustad Muhammad Aziz, Ketua Bidang Pembangunan Keumatan DPW PKS Jawa Timur.

Menurut Ustad Aziz, program PKS bukan berhenti pada LBKK, tetapi, akan disusul program lanjutan. Santri-santri yang jago baca kitab kuning, berhak memperoleh program lanjutan. Misalnya, akan dilibatkan dalam pengajian atau majelis taklim kitab-kitab klasik di kantor-kantor DPD PKS.

“Mereka, baik para pemenang maupun peserta yang lain, diberi kesempatan menjadi muwajih (pemberi materi, penceramah yang menyampaikan taujih), atau diberikan kesetaraan kafaah. Mereka terus berkiprah sesuai ilmunya,” jelasnya.

Di samping itu, PKS juga akan mengadakan gathering peserta, sehingga terjalin silaturahim yang baik antarpeserta, dengan acara seperti Bahtsul Masail, pelatihan kepemimpinan, pelatihan usaha, dll.

“Ini generasi emas. Harus dirawat betul demi kelangsungan dakwah Islam,” tegas alumni Fakultas Ushuluddin (UMI) Makassar ini.

Masih menurt Ustad Aziz, Pendiri Rumah Belajar Riyadus Sholihin dan Direktur Utama BTI Ship Design, PKS juga akan mengembangkan program lain yang sesuai bagi para ex peserta, demi meningkatkan kualitas dakwah Islam. Misal, diarahkan karirnya menjadi guru guru di sekolah sekolah, dibuatkan yayasan pengajian, bahkan kalau memungkinkan dibuatkan Ma’had  atau pesantren khusus.

Dalam kesempatan lain, Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Aljufri pernah mengatakan, bahwa, PKS hadir di pentas politik bukan sekedar merebut kursi kekuasaan, lebih dari itu adalah mewarisi keteladanan ulama dan santri pejuang dalam memperjuangkan dan menjaga kedaulatan NKRI.

Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Aljufri (FT/rri.co.id)

Inilah Indonesia yang kita cintai bersama dengan segala warna keberagamannya, dengan karakternya yang kuat sebagai negara yang berketuhanan sebagai warisan ulama dan pendiri bangsa.

Habib Salim juga memberikan apresiasi atas ikhtiar Fraksi PKS yang konsisten menggelar Lomba Baca Kitab Kuning sebagai bagian dari penghormatan kepada ulama dan santri. Pesannya kepada seluruh kader dan pejabat publik PKS agar selalu dekat, menjalin silaturahim, dan meminta nasihat kepada para ulama agar berlimpah keberkahan.

“Itulah sifat dan karakter pendidikan pesantren yang sangat nasionalis sehingga layak dijadikan soko guru pendidikan nasional. Selain itu, santri adalah gambaran nyaris sempurna visi pendidikan nasional dalam Pasal 31 UUD 1945 yaitu siswa didik yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry