Ketua LSM SATRIA,Makin Suganda (FT/YUDI IRAWAN)

SIDOARJO | duta.co – Pengaduan dan pelaporan sering kali dilakukan oleh media dan LSM terkait proyek yang ada dilingkungan PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo. Namun, pengaduan yang diberikan kepada pihak kepolisian dan Kejaksaan terkadang tidak serta merta langsung ditanggapi maupun ditangani.

Hal ini dimungkinkan dua instansi tersebut sibuk dengan banyaknya pengaduan dan pelaporan dari masyarakat.

Pengaduan dugaan kongkalikong dan permainan antara pejabat dengan dugaan Proyek PL, maupun proyek peserta lelang untuk memenangkan pihak-pihak tertentu untuk menguasai semua proyek di Kabupaten Sidoarjo, menjadi sorotan media dan penggiat anti korupsi sudah dilayangkan.

Terkait hal tersebut, Ketua LSM SATRIA, Makin Suganda, angkat bicara. Ketua LSM tersebut mengatakan, kongkalikong pejabat pasti ada. Bahkan, beberapa kali pihaknya bersama media mengirim surat kepada dinas PUBMSDA, namun tidak pernah dijawab.

Ia menjelaskan, surat pengaduan (pelaporan) pernah diberikan kepada Kejaksaan dan Kepolisian. “Tapi semua belum ada kelanjutan,” ungkap Makin, Sabtu, (20/11/21).

“Surat itu berhubungan dengan proyek dan dugaan kongkalingkong antara pejabat dan rekanan yang mendapat proyek penunjukkan langsung (PL). Kalau mau lebih jelas bisa ditanya kepada APH yang ada di wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Seperti diketahui, dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo kerap menjadi sorotan para penggiat anti rasuah dan media. Karena, informasi yang beredar dikalangan pemborong diduga adanya rekanan ‘peliharaan dinas’ untuk memenangkan pihak-pihak tertentu yang ingin ‘melahap’ semua proyek (tender) di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut keterangan dari salah satu pihak menyebutkan, mereka tidak bisa berbuat banyak karena takut tidak diberi kesempatan untuk bisa mendapat proyek penunjukkan langsung (PL) di dinas PUBMSDA.

“Para anti rasuah akan melawan terhadap para birokrat diduga yang mengatur semua kegiatan PL maupun lelang untuk memenangkan pihak-pihak tertentu yang ingin melahap semua proyek di Kabupaten Sidoarjo,” katanya.

Suganda mengaku, selama 3 tahun ini, ia sudah apatis dengan proses lelang yang ada. “Artinya tidak mungkin bisa menang karena kongkalikong antara pejabat dan peserta yang akan dimenangkan, sudah sistematis dan terstruktur,” ucapnya. (yud /loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry