
SIDOARJO | duta.co – Warga Sidoarjo bagian barat kini memiliki alternatif layanan cuci darah yang lebih dekat. Instalasi Dialisis RSUD Sidoarjo Barat resmi diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana,S.A.P, Selasa (15/9/26), setelah sebelumnya mulai melayani pasien peserta JKN sejak 1 September 2026.
Wabup Mimik Idayana mengapresiasi hadirnya fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan layanan dialisis di RSUD Sidoarjo Barat sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya pasien yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan cuci darah.
“Orang sakit itu tidak hanya membutuhkan obat. Mereka juga membutuhkan perhatian, keramahan dan doa,” ujar Mimik.
Ia meminta tenaga kesehatan memberikan pelayanan dengan senyum, ramah dan ikhlas, sehingga pasien merasa nyaman selama menjalani pengobatan.
Mimik juga mengapresiasi jajaran RSUD Sidoarjo Barat, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, PERNEFRI serta seluruh pihak yang mendukung hadirnya layanan dialisis tersebut.
Ia berharap fasilitas yang telah tersedia terus diikuti peningkatan kualitas pelayanan maupun sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung dan peralatan medis.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, nyaman dan berkualitas. Karena itu, kepuasan serta kebutuhan pasien harus menjadi perhatian utama,”ujar Mimik.
Terpisah, Direktur Utama RSUD Sidoarjo Barat, dr. Abdillah Segaf Alhadad, M.M., kepada duta.co menjelaskan kerja sama pelayanan dengan BPJS Kesehatan telah berjalan sejak 1 September 2026. Sementara peresmian secara legalitas dilakukan pada 15 September 2026.
“Sejak tanggal 1 sampai 15 September ini sudah 77 kali pelayanan. Kami memiliki 14 mesin HD, terdiri dari 12 reguler, satu untuk pasien hepatitis dan satu sebagai cadangan,” jelas Abdillah.
Ia mengatakan, keberadaan layanan dialisis tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat Sidoarjo wilayah barat yang membutuhkan cuci darah. Pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh atau harus mengantre di rumah sakit yang lokasinya jauh dari tempat tinggal.

“Harapannya, masyarakat di kawasan Sidoarjo barat apabila membutuhkan pelayanan dialisis tidak usah jauh-jauh ke mana-mana. InsyaAllah di Sidoarjo Barat bisa, penanganannya lebih cepat dan tidak perlu harus antre di rumah sakit yang terlalu jauh,” ujarnya.
Abdillah menambahkan, pihaknya juga telah menerima pasien dari Pasuruan, Mojokerto dan sejumlah rumah sakit, termasuk dari RS Petrokimia. Hal tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan dialisis cukup tinggi dan keberadaan fasilitas di Sidoarjo Barat menjadi salah satu alternatif bagi pasien.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Sidoarjo, Munaqib, mengatakan kasus gagal ginjal yang membutuhkan pelayanan cuci darah di Sidoarjo mengalami peningkatan. Penambahan fasilitas hemodialisis di RSUD Sidoarjo Barat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan tersebut.
“Angka kasus gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah naik di Sidoarjo. Dengan tambahan 14 mesin HD, satu cadangan, satu untuk infeksius dan 12 reguler, harapannya bisa menangani meningkatnya jumlah kasus gagal ginjal di Sidoarjo,” kata Munaqib.
Ia menegaskan, layanan dialisis RSUD Sidoarjo Barat sudah dapat dimanfaatkan peserta JKN BPJS Kesehatan sejak 1 September 2026. Kehadiran layanan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan cuci darah sekaligus mengurangi beban pasien yang selama ini harus mencari layanan dialisis di rumah sakit lain.(loe)





































