Keterangan foto (jarum jam). Tampak rumah warga dilakukan pengasapan. Ketua RT mengawal prosesi fogging. Dan sebanyak 10 Ketua RT siap turun lapangan. (FT/duta.co)

SIDOARJO | duta.co – Keganasan  nyamuk demam berdarah dengue (DBD), tidak boleh dianggap enteng. Puluhan warga Perumahan Graha Permata Sidoarjo Indah (GPSI), Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo sudah keluar masuk rumah sakit.

“Hari ini sepakat fogging. Penyemprotan dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Memang ada kemungkinan warga terpapar dari luar, tetapi, GPSI harus bebas DBD,” demikian disampaikan Mokhammad Kaiyis, Ketua RW-10 Desa Sidorejo, Minggu (4/5/25).

Menurut Kaiyis, sesungguhnya, dana sangat terbatas. Tetapi, di kas RW warga memiliki anggaran yang bisa dimanfaatkan. “Setuju, setidaknya fogging akan membantu imun tubuh. Ini merupakan pertahanan alami dan penting untuk menjaga kesehatan kita. Apalagi setelah itu, ada penyuluhan dari Puskesmas,” sela Agus Hartono, Ketua RT 52.

Jika tidak ada aral melintang, insya-Allah, Senin (5/5/25) tim kesehatan dari Puskesmas Barangkrajan, menggelar penyuluhan kesehatan di Balai RW-10 GPSI. “Ini juga dalam rangka menindaklanjuti keganasan nyamuk DBD. InsyaAllah Ibu Bidan Desa akan bertemu warga, Senin (5/5/25) malam,” tegas Ny Sudarto, Ketua PKK RW-10 GPSI.

Pengetahuan kesehatan terkait nyamuk DBD sangat diperlukan. Seperti kita tahu, DBD adalah salah satu penyakit musiman di Indonesia. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyptii. Oleh sebab itu, mengetahui ciri-ciri, habitat, sampai kebiasaan jenis nyamuk ini amat penting agar kita bisa melakukan tindak pencegahan.

Ciri-Ciri Nyamuk DBD

Pertama-tama, wajib mengetahui ciri-ciri nyamuk Aedes aegyptii agar mudah mengenalinya. Pertama dari sisi warna. Nyamuk DBD mempunyai tubuh berwarna hitam dengan garis-garis putih yang mencolok di bagian kaki dan pada bagian tubuhnya.

Kedua, ukuran. Ukuran nyamuk berkisar 4-7 milimeter. Hal ini menjadikannya salah satu spesies nyamuk yang lebih kecil di antara yang lainnya. Ketiga, Mata. Ciri lainnya adalah memiliki mata yang besar dan mencolok, sehingga memberikan kesan bahwa mereka terlihat lebih menonjol.

Keempat, Kepala. Bagian kepala dan thorax (dada) nyamuk DBD berwarna hitam dengan garis-garis putih, serta antena yang terlihat jelas. Kelima, Kaki. Kaki nyamuk ini memiliki corak putih yang berbentuk garis sepanjang bagian bawahnya. Ciri ini paling yang paling mudah dikenali.

Nyamuk DBD biasanya hidup di daerah perkotaan dan dapat ditemukan di lingkungan yang dekat dengan manusia.  Nyamuk ini lebih suka bertelur di genangan air bersih, seperti wadah penampungan air, pot tanaman, ban bekas, dan tempat-tempat lain yang dapat menampung air hujan.

Mereka juga sering ditemukan di sekitar area perumahan, terutama di tempat-tempat yang memiliki tikungan dan sudut tersembunyi, serta tempat-tempat yang tidak terawat. Sebisa mungkin, hindari tempat-tempat tersebut untuk mencegah gigitan nyamuk. Bisa juga melakukan tindak pencegahan seperti menutup tampungan air, menyimpan barang bekas dengan benar dan rajin membersihkan rumah.

Memberantas sarang nyamuk harus melibatkan seluruh anggota keluarga. Lakukan fogging atau pengasapan oleh petugas yang terlatih jika perlu. Itulah informasi terkait ciri-ciri, habitat dan kebiasaan nyamuk DBD sekaligus langkah-langkah pencegahannya. “Mudah-mudahan warga GPSI terbebas dari serangan nyamuk DBD, semoga,” pungkas Kaiyis. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry