
SURABAYA | duta.co -Universitas Kristen Petra (UK Petra) resmikan Web3 Education Center & Superteam Campus Club: Blockchain Lab_ di Gedung T, Rabu (29/4). Lab ini menjadi pusat edukasi blockchain pertama di lingkungan kampus yang digagas untuk memerangi hoaks dan penipuan berkedok kripto.
Inisiatif ini lahir dari kerja sama UK Petra dengan IDNFT, komunitas NFT dan Web3 terbesar di Indonesia. Tujuannya mengatasi minimnya wadah edukasi teknologi desentralisasi bagi mahasiswa.
“Mahasiswa perlu diarahkan agar tidak salah kaprah. Kripto hanyalah salah satu _use case_, bukan keseluruhan wajah blockchain. Tanpa pemahaman mendalam, kita mudah terjebak bisnis abal-abal,” tegas Hendri Kwistianus, Program Coordinator International Trade and Finance UK Petra.
Melalui lab ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori. Kurikulum akan dipandu langsung praktisi industri untuk menghindari risiko phishing dan hoaks yang marak di internet. Mereka juga didorong membangun proyek bisnis digital berkolaborasi dengan brand industri.
Hendri menambahkan, mahasiswa UK Petra berpeluang mendapat jalur fast-track untuk meraih pendanaan, magang, hingga karier di ekosistem Web3 global. Kerja sama dengan Dubai Blockchain Center juga membuka akses sertifikasi internasional bagi mahasiswa.
Peresmian ditandai pemotongan pita oleh Dandy Yudha, Director of New Digital Technology Kemenparekraf. Turut hadir Dekan SBM UK Petra Josua Tarigan, Founder IDNFT Budi Santosa, CEO Upbit Indonesia Resna Raniadi, dan Perwakilan Superteam Indonesia Steven Wijaya.
“Inisiatif ini menjawab kekurangan talenta blockchain di Indonesia. Dengan wadah ini, kita percepat pertumbuhan industri kreatif nasional,” ujar Dandy.
Dalam setahun pertama, lab menargetkan lahirnya minimal lima _startup_ berkelanjutan yang menyentuh sektor futuristik seperti IoT dan robotik. Lab akan memberi dukungan lewat pendampingan intensif dan jejaring profesional. ril/wik





































