Tim Unusa dan Laskar Gertak Kita usai kegiatan edukasi menuju adaptasi kebiasaan baru. DUTA/ist

Tiga dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yakni Rusdianingseh dan Nety Mawarda Hatmanti (Fakultas Keperawatan dan Kebidanan) serta dr Andi Roesbiantoro (Fakultas Kedokteran) mengedukasi para ibu.

Para ibu ini tergabung dalam tim Laskar Gerakan Serentak Kesehatan Ibu dan Anak ( Laskar Gertak Kita) di RW 1 RW 1 Kelurahan Kebonsari Surabaya. Edukasi berkaitan dengan promosi kesehatan terutama di masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

————-

Laskar Gertak Kita adalah bentukan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Unusa dengan Puskespas Kebonsari pada 2019 lalu. Anggotanya adalah 12 ibu-ibu kader kesehatan di RW 1 Kelurahan Kebonsari Surabaya.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Dibentuknya Laskar Gertak Kita itu sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan untuk memberikan promosi kesehatan kepada warga terutama yang menyangkut masalah kesehatan ibu dan anak.

Sebelum pandemi Covid-19, kegiatan yang mereka lakukan sangatlah banyak dan aktif. Mereka mendatangi rumah ke rumah untuk memberikan edukasi pada para ibu hamil dan yang memiliki balita. Kehadiran tim Laskar Gertak Kita itu sangat membantu warga di kawasan tersebut.

Tim Unusa memberikan edukasi pada Laskar Gertak Kita. DUTA/ist

Tapi, sejak pandemi pada Maret 2020 hingga kini, kegiatan Laskar Gertak Kita terhenti. Mereka tidak lagi mendatangi rumah-rumah karena khawatir terjadi penularan virus corona.

Namun, tiga dosen Unusa mencoba untuk memberikan edukasi pada anggota Laskar Gertak Kita, agar bisa tetap kembali menjalankan program-programnya untuk edukasi dan promosi kesehatan pada warga dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Bagaimanapun kita ini harus terus berkegiatan. Di saat kondisi Covid-19 sudah mulai menurun, tetap berkegiatan namun protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Makanya, kami mengedukasi tim Laskah Gertak Kita agar tetap melakukan fungsinya di tengah era new normal,” kata Rusdianingseh selaku ketua tim pengabdian masyarakat Unusa.

Edukasi yang dilakukan sejak Februari hingga November 2021 itu dengan mengumpulkan para anggota Laskar Gertak Kita baik secara online maupun offline.

Mereka diberikan edukasi bagaimana ketika melakukan promosi kesehatan ibu dan anak kepada warga Kebonsari harus menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, dilakukan tidak dengan banyak orang hanya satu atau dua anggota. Tak lupa menggunakan double masker serta mengantongi handsanitaizer.

Juga diajarkan bagaimana mencuci tangan dengan sabun secara benar. “Dengan cara ini, diharapkan nantinya bisa ditularkan pada warga. Sehingga penularan covid-19 ini bisa ditekan. Ketika sudah ditekan, nantinya semua bisa hidup normal kembali,” jelas Rusdianingseh.

Dengan edukasi itu, kata Rusdianigseh, para kader Laskar Gertak Kita sangat mendukung dan mereka mengaku tidak takut lagi untuk berkegiatan. Seperti pengakuan Asih (45).

Asih mengaku edukasi yang diberikan tim dosen Unusa sangatlah membantu dia untuk bisa kembali aktif berkegiatan sebagai anggota Laskar Gertak Kita. Karena selama pandemi, kegiatan yang bertemu warga dihentikan.

“Kami takut tertular Covid-19, jadi ya lebih baik tidak melakukan kegiatan selain karena dilarang. Tapi dengan edukasi ini, Insya Alloh kami akan kembali melanjutkan kegiatan untuk promosi kesehatan ibu dan anak serta tak lupa edukasi bagaimana menerapkan protokol kesehatan yang baik,” ujar Asih. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry