SURABAYA | duta.co – Fashion adalah bagian dari gaya hidup yang tentunya tidak bisa ditinggalkan oleh generasi yang peduli dengan penampilan. Sejarah fashion di Surabaya kali pertama terjalin sebuah kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen yang merupakan seorang professional fashion designer, yakni Embran Nawawi.

Kolaborasi yang terbilang unik, karena pertama kalinya antara popular designer dengan upcoming designers. Proyek yang dirasakan baru bagi Embran ini sempat membuatnya deg-degan dan cukup sedikit menakutkan karena kami harus berproses dari awal.

“Dan dengan waktu yang singkat Embran langsung memilih mahasiswanya menjadi dua devisi, yakni Fashion Design dan Fashion Bussines,”  terangnya saat dalam ditemui dalam press conference “Fashion Designer X Up coming Designer, In Etiquette” di LaSalle College Surabaya, Jumat (18/1/2019).

Dan bagi mahasiswa LaSalIe College Surabaya jurusan Fashion Design dan Fashion Business yang memperoleh mata kuliah Fashion Presentation Plan tidaklah sulit. Pasalnya, mereka diharuskan bekerjasama mulal dari proses produksi hingga promosi.

Yang menjadi sedikit kendala justru berpartisipasi dalam kolaborasi bersama designer professional, until even berskala nasional dirasa tidak mudah. Ini juga yang dirasakan salah satu mahasiswa Jurusan Fashion Design, Melinda (20). “Kita terbiasa pembuatan pakaian perempuan. kini harus paham dengan pembuatan pakaian pria. Dan harus paham karakter design Embran,” ujarnya.

Meski begitu para mahasiswa mengaku senang. Mengingat ini kesempatan besar yang diberikan untuk membuka langkah besar karir para generasi muda dari dunia fashion business maupun fashion design. “Tentunya kolaborasi ini juga memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa yang ikut tertibat di dalamnya,” tandas Embran. wik

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.