TRENGGALEK | duta.co – Memasuki hari ke-5 TMMD 105, Senin, (15/07/19), Satgas TMMD 105 Kabupaten Trenggalek bersama masyarakat terlihat semangat menyelesaikan pekerjaan dibeberapa titik sasaran TMMD.

Kali ini, Satgas TMMD 105 Trenggalek dan masyarakat membangun jalan di pelosok Kota Gaplek Trenggalek. Medan yang terjal dan sulit tidak mengurungkan niat Satgas dan masyarakat  dalam membangun jalan penghubung Desa Dompyong dan Desa Sumurup tersebut.

Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, saat membuka gelaran TMMD beberapa waktu lalu mengatakan, jalan yang bukan menjadi jalan Kabupaten membuat pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, dengan adanya TMMD, pemerintah bisa melakukan intervensi anggaran.

“Status jalan yang bukan jalan Kabupaten membuat Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan adanya TMMD ini, Pemerintah bisa melakukan intervensi anggaran dengan sistem swakelola,” demikian disampaikan Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit B W S, juga sempat membenarkan dalam tasyakuran Hari Bayangkara ke-73 di Alun-alun Trenggalek, Jum’at malam (12/7/2019). Bahwasannya, titik sasaran TMMD cukup sulit, meskipun menggunakan motor trail, kesulitan tetap terasa.

“Titik sasaran TMMD memang cukup sulit,” ujar Kapolres Trenggalek, AKBP Didit.

Komandan Satgas TMMD 105 Trenggalek, Letkol Inf Dodik Novianto, menerangkan titik sasaran TMMD di Trenggalek menyasar rabat jalan yang menghubungkan Desa Sumurup dan Dompyong Kecamatan Bendungan sepanjang 1.620 meter, dengan lebar jalan selebar 3 meter.

Dengan terbangunnya jalan ini, Letkol Inf Dodik Novianto berharap, masyarakat dapat menemukan kesejahteraan karena akses mereka dalam kondisi prima.

“Kami semua berharap, selama 30 hari tepat, semua pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik dan warga bisa tersenyum lega.” Pungkas Letkol Inf Dodik Novianto. (nzm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry