Direktur RSUD Ngudi Waloyo dr Indah Woro. (hendik/duta.co)

BLITAR | duta.co – Tak pernah berhenti untuk terus melakukan inovasi penyadaran pada masyarakat menjadi salah satu langkah pemkab Blitar untuk pencegahan Covid-19. Kesadaran masyarakat yang masih kurang terhadap vaksinasi menjadi alasan kuat bagi pemda setempat untuk terus memacu pertumbuhan vaksinasi Covid-19. Harapan terbentuknya herd imunitty menjadi salah satu tujuan pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

Sementara itu cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Blitar hingga kini baru mencapai 66,1 persen atau 635.741 warga di atas usia 12 tahun yang sudah mendapatkan vaksin.  Sementara dari jumlah itu, capaian vaksinasi lansia masih di bawah 40 persen. Data ini sesuai rilis terakhir yang disampaikan Dinas Kesehatan setempat.

Belum tercapainya target vaksinasi membuat Kabupaten Blitar sampai saat ini masih bertahan di Level 3 Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Endah Woro Utami  mengatakan, untuk segera mencapai target pihaknya kini menggencarkan vaksinasi door to door. Petugas diminta untuk melakukan jemput bola, utamanya bagi kelompok lansia yang memang sudah kesulitan untuk menjangkau lokasi vaksinasi. “Iya, kami minta petugas door to door untuk jemput bola vaksinasi,” ujar Woro.

Woro menambahkan, memang ada sejumlah kendala yang harus dihadapi dalam mencapai target vaksinasi. Utamanya bagi kelompok lansia. Selain jarak yang harus ditempuh untuk pergi ke fasilitas penyedia vaksinasi, kurangnya informasi juga mempengaruhi.  Para lansia biasanya enggan divaksin karena informasi salah yang diterima. Ditambah, lansia yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Dengan door to door harapan kami target  75 persen itu bisa segera tercapai. Kita gencarkan terus,” tegasnya.

Untuk melakukan gerakan dor to dor tersebut pemda setempat akan mengarahkan tenaga kesehatan. Tidak tanggung – tangung jumlah petugas vaksin tenaga kesehatan akan di kerahkan untuk masuk kesetiap rumah penduduk. Woro menjelaskan dengan kondisi saat ini maka pilihan terbaik adalah melakukan jemput bola pada masyarakat. Di harapkan agar masyarakat akan tumbuh kesadaran hingga mau datang di lokasi puskesmas terdekqt untuk meminta divaksin Covid-19.

Selain vaksinasi door to door, pihaknya juga meminta agar warga ikut berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi pentingnya vaksinasi Covid-19. Hal ini agar herd immumity cepat tercapai, sehingga kehidupan kembali normal dan roda perekonomian kembali berjalan.(hendi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry