Founder NSL, Sudiantowi Limanauw bersama Vice President Bank Mandiri, Ronaldo Rotua, Direktur Utama Cleo, Melisa Patricia Tanoko dan Direktur BG Gold Indonesia, Kelvin Hartono Putra bermain basket bersama usai jumpa pers Livin Next-G Presents Cleo Nextgen Student League With BG Gold Season 2026-2027 di Ciputra World Mall, Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Ridho/Duta

SURABAYA | duta.co — Perjalanan sebuah mimpi besar sering kali dimulai dari lapangan yang sederhana. Begitu pula Nextgen Student League (NSL). Lahir di Surabaya pada 2023 sebagai wadah kompetisi basket pelajar, NSL kini memasuki penyelenggaraan keempatnya dengan langkah yang semakin besar: membawa liga yang tumbuh dari Jawa Timur menuju panggung nasional bahkan international.

Melalui tampuk kerja sama Livin Next-G Presents Cleo Nextgen Student League With BG Gold Season 2026-2027, NSL Season 4 2026–2027 akan hadir di lima kota besar, yakni Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Tangerang, dan Jakarta. Khusus East Java Zone, kompetisi berlangsung pada 3–25 Oktober 2026 di Nextgen Arena, Ciputra World Mall Lantai 4, Surabaya.

Menurut Sudiantowi Limanauw, atau yang akrab disapa Awen (Founder NSL), jumlah kota yang bertambah di tahun keempat menjadi tonggak penting bagi NSL. Jika pada edisi pertama kompetisi masih berfokus di Surabaya dan Jawa Timur, dalam tiga musim berikutnya NSL mulai memperluas jaringan, meningkatkan jumlah peserta, hingga menghadirkan sistem prioritas bagi tim yang konsisten.

“Dari lima kota penyelenggaraan, NSL 2026 melibatkan lebih dari 500 sekolah, 750 tim, dan lebih dari 8.000 peserta,” kata Sudiantowi Limanauw.
Pertumbuhan ini sekaligus menunjukkan bagaimana kompetisi basket pelajar dapat berkembang ketika dibangun secara konsisten dan melibatkan ekosistem yang lebih luas—mulai dari sekolah, pemain, pelatih, orang tua, komunitas, pemerintah daerah, hingga brand yang memiliki perhatian terhadap perkembangan generasi muda.

Sejak awal, NSL tidak dirancang hanya sebagai turnamen untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Liga ini dibangun untuk menyediakan jalur kompetisi yang terstruktur bagi pemain usia pelajar, mulai dari SD, SMP hingga SMA, sekaligus menjadi ruang untuk membangun keterampilan dan karakter.

Di lapangan, pemain belajar lebih dari sekadar dribble, passing, atau shooting. Mereka belajar mengambil keputusan, bekerja dalam tim, menghadapi tekanan, menerima kekalahan, menghargai lawan, dan tetap percaya diri ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan. Nilai sportivitas, disiplin, teamwork, mental juang, dan kepercayaan diri menjadi bagian penting dari perjalanan NSL.

Founder NSL, Sudiantowi Limanauw bersama Vice President Bank Mandiri, Ronaldo Rotua, Direktur Utama Cleo, Melisa Patricia Tanoko dan Direktur BG Gold Indonesia, Kelvin Hartono Putra saat jumpa pers Livin Next-G Presents Cleo Nextgen Student League With BG Gold Season 2026-2027 di Ciputra World Mall, Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Ridho/Duta

“Kami ingin NSL menjadi tempat anak-anak bukan hanya bermain basket, tetapi juga menemukan potensi dan keberanian untuk bermimpi lebih jauh. Kompetisi adalah awalnya. Setelah itu, kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk terus berkembang,” kata Awen.

Semangat tersebut juga diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang mendekatkan NSL dengan sekolah, seperti Nextgen School Tour yang menghadirkan pembelajaran basket, mini games, team introduction, serta aktivitas interaktif bersama siswa.

Alur Pembinaan Berjenjang: Dari Kota Menuju NSL All Star ke Malaysia
Babak berikutnya dari perjalanan NSL adalah skema pembinaan yang terstruktur secara ketat melalui NSL Elite Team, Nextgen Camp, hingga NSL All Star.

Pada tahap awal di masing-masing dari 5 kota penyelenggaraan, melalui elimination round, akan dipilih 5 pemain putra terbaik, 5 pemain putri terbaik, serta 1 coach putri dan 1 coach putra yang melaju sebagai perwakilan kota dalam NSL Elite Team.

Seluruh wakil terbaik dari 5 kota—terkumpul 25 pemain putra, 25 pemain putri, serta 10 pelatih (5 putra dan 5 putri)—kemudian akan diberangkatkan ke Surabaya untuk mengikuti Nextgen Student League Camp selama satu minggu.

Program ini dirancang bukan sekadar sebagai hadiah bagi juara, tetapi sebagai reward sekaligus tahap pembinaan lanjutan. Para peserta terpilih akan mendapatkan pengalaman training camp yang memadukan latihan basket dengan pengembangan leadership, teamwork, mental toughness, pendidikan, dan karakter bersama para mentor seperti pelatih berlisensi, mantan atlet nasional, hingga psikolog olahraga.

“Kami ingin mengubah cara melihat hadiah kompetisi. Trofi adalah bentuk apresiasi atas pencapaian hari ini, sementara Nextgen Camp adalah investasi untuk perkembangan mereka setelah pertandingan selesai. Kami ingin para pemain terbaik mendapatkan pengalaman yang membuat mereka siap menuju next level,” ungkap Awen.

Puncak dari seluruh proses ini adalah pembentukan NSL All Star. Dari camp selama satu minggu tersebut, akan diseleksi 10 pemain putra terbaik, 10 pemain putri terbaik, 2 coach putra, dan 2 coach putri dari 5 kota. Sebagai reward tertinggi, jajaran NSL All Star ini bakal diberangkatkan untuk menjalani pengalaman latihan tanding (try out) dan bertanding di Malaysia.

Awen menegaskan bahwa terobosan hingga ke tingkat internasional ini baru pertama kali diadakan pada musim ini berkat dukungan dari mitra sponsor. Dengan demikian, NSL membangun sebuah jalur yang tidak berhenti pada satu musim kompetisi, terdapat rancangan alur besar yakni, School, Competition, Nextgen Camp, NSL All Star dan terakhir, International Experience.

Perkembangan pesat NSL hingga dapat memfasilitasi talenta muda menuju panggung internasional tidak lepas dari sinergi bersama para mitra sponsor yang memiliki visi sejalan.

Pada rangkaian NSL 2026, untuk pertama kalinya Livin’ Next-G by Livin’ Mandiri hadir sebagai bagian dari dukungan terhadap kompetisi. Kolaborasi ini mempertemukan dua hal yang dekat dengan keseharian generasi muda: olahraga sebagai ruang untuk bertumbuh dan teknologi finansial sebagai sarana untuk mulai belajar mengelola kebutuhan sehari-hari.

Vice President Bank Mandiri, Ronaldo Rotua, menyatakan dukungan terhadap NSL sejalan dengan upaya Livin’ Next-G dalam mendampingi anak dan remaja mulai belajar mandiri sejak dini. Menurutnya, proses tersebut dapat dibangun melalui pengalaman sehari-hari, termasuk ketika anak terlibat dalam kompetisi olahraga.

“Nextgen Student League memberikan ruang yang sangat relevan bagi anak-anak dan remaja untuk belajar melalui pengalaman nyata. Di lapangan, mereka belajar mengambil keputusan, bekerjasama, menghadapi tantangan, sekaligus bertanggung jawab terhadap perannya sebagai bagian dari tim. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Livin’ Next-G yang ingin mendampingi generasi muda mulai belajar mandiri, termasuk dalam mengelola kebutuhan finansial mereka sehari-hari,” ungkap Ronaldo panggilan akrabnya di Surabaya dalam keterangan resminya (19/9).

Dukungan senada juga disampaikan oleh Vice President Bank Mandiri, Arief Astarsis, yang menekankan pentingnya peran pendampingan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak.

“Bagi kami, belajar mandiri bukan berarti anak harus berjalan sendiri. Justru yang penting adalah memberikan ruang untuk mencoba dan mengambil keputusan, dengan pendampingan yang tepat dari orang tua. Hal itu yang kami lihat memiliki kesamaan dengan semangat olahraga. Anak belajar berkompetisi, belajar dari kemenangan maupun kekalahan, sementara orang tua tetap menjadi support system di belakangnya,” tutur Arief Astarsis.

Hadir sebagai Official Hydration Partner, Cleo Pure Water mendukung penyelenggaraan kompetisi di lima kota. Mengingat olahraga basket menuntut aktivitas fisik tinggi, Cleo turut membawa edukasi pentingnya menjaga asupan cairan sebelum, saat jeda, dan setelah pertandingan. Air Murni Cleo diproses dengan teknologi Nano Filter yang menghasilkan air murni bebas mineral anorganik non-esensial dengan TDS di bawah 10ppm, sehingga terasa ringan dan cepat diserap tubuh untuk menjaga kesegaran atlet muda.

Direktur Utama Cleo, Melisa Patricia Tanoko, menyampaikan harapannya bagi seluruh peserta kompetisi, “Kami berharap setiap pertandingan menjadi pengalaman bagi mereka untuk belajar, berkembang, dan semakin percaya diri mengejar mimpi. Menjadi juara tentu membanggakan, tetapi keberanian untuk berproses dan tidak takut gagal adalah kemenangan yang jauh lebih penting,” kata Melisa.

Dukungan penuh juga diberikan oleh BG Gold Indonesia. Setelah sebelumnya mendukung kompetisi 3×3 basketball di Nextgen Sports Academy Surabaya, kini BG Gold melanjutkan komitmennya pada panggung NSL yang lebih luas.
Direktur BG Gold Indonesia, Kelvin Hartono Putra, menguraikan kesinambungan nilai antara dunia usaha dan dunia olahraga pelajar.

“Semangat untuk berkembang, keberanian untuk mencoba, konsistensi, kerja keras, dan kepercayaan diri merupakan sebagian nilai yang kami terapkan di BG Gold dan kami harapkan juga dapat kami salurkan kepada anak-anak muda. Kompetisi mengajarkan kita untuk terus berproses dan tidak berhenti berkembang. Kita harus berani mengambil tindakan,” tegas Kelvin Hartono Putra.

Memasuki musim keempat, ambisi Livin Next-G Presents Cleo Nextgen Student League With BG Gold Season 2026-2027 semakin jelas: menjadi liga pelajar junior terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, sekaligus membangun ekosistem pembinaan yang mempertemukan talenta muda dengan lebih banyak kesempatan.

Namun bagi penyelenggara, ukuran keberhasilan NSL bukan hanya sekadar jumlah sekolah, tim, atau pertandingan. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak anak yang setelah mengikuti NSL menjadi lebih percaya diri, berani kembali berlatih setelah kalah, belajar menghargai lawan, dan mulai berani membayangkan dirinya bermain di level yang lebih tinggi.

Dari Surabaya, mimpi itu kini mulai dibawa ke lebih banyak kota. Nextgen Student League 2026 bukan hanya tentang mencari siapa yang terbaik hari ini, melainkan membuka jalan agar generasi muda berani mengejar siapa mereka di masa mendatang. (Rid)

 

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry