PAPARAN : Direksi PT Langgeng Makmur Industri Tbk dalam RUPST, RUPSLB dan paparan public perseroan jumat (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Emiten produsen peralatan rumah tangga dan pipa, PT Langgeng Makmur Industri Tbk menargetkan penjualan tahun 2022 ini naik 15 persen dibanding realisasi penjualan tahun lalu. Hal ini menyusul menggeliatnya ekonomi nasional yang ikut mendongkrak permintaan produk peralatan rumah tangga dan pipa.

Direktur PT Langgeng Makmur Industri Tbk, Kosasih mengatakan, seiring dengan melandainya kasus Covid-19, permintaan terhadap produk peralatan rumah tangga dari aluminium dan berbagai pipa untuk proyek infrastruktur juga meningkat. Sejumlah proyek infrastrukyut juga mulai berjalan. Sebab itu, dia sangat yakin kinerjanya tahun ini akan bisa dipacu lebih bagus lagi.

Kosasih, Direktur PT Langgeng Makmur Industri Tbk optimistis tahun ini penjualannya naik 15 persen dari tahun lalu. Hal ini  menyusul makin membaiknya ekonomi nasional sehingga kebutuhan akan peralatan rumah tangga dan pipa proyek juga ikut meningkat.  Setelah pandemic mereda, pasar peralatan rumah tangga dari aluminium dan berbagai pipa untuk proyek infrastruktur juga meningkat. Sebab itu, dia sangat yakin kinerjanya tahun ini akan bisa dipacu lebih bagus lagi.

“Tahun ini penjualan ditargetkan mencapai Rp 650 miliar naik 15 persen dari tahun lalu. Kami yakin bisa mencapai. Bahkan kami optimis meraih untung minimal Rp 11 miliar. Tahun lalu kami masih merurgi Rp 18 miliar, turun dari  tahun 2020 yang rugi Rp 43 miliar,” kata Kosasih, jumat (24/6).

Kosasih menambahkan hingga triwulan pertama 2022 emiten berkode LMPI ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 143 miliar. Dari jumlah tersebut penjualan dari divisi peralatan dapur sebesar Rp 79 miliar. Sedangkan dari divisi pipa, fitting dan profil mencapai Rp 32 miliar. Sisanya dari divisi lainnya.

“Untuk mencapai target tahun ini pihaknya akan menerapkan beberapa strategi diantaranya meningkatkan komunikasi dengan pelanggan untuk menjaring perubahan selera konsumen serta perbaikan mutu berkesinambungan. Sehingga kedepan branding produk akan semakin kuat.”

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penambahan variasi produk maupun ukuran dari divisi pipa dan fitting. Hal ini untuk mengantiisipasi makin tingginya permintaan pipa seiring mulai banyaknya proyek infratsruktur baik dari pemerintah maupun swasta.

“Tahun ini akan banyak proyek infrastruktur yang mulai dikerjakan. Kami akan semakin aktif menjalin kerjasama dengan banyak pihak. Tahun ini divisi pipa dan fitting akan memberikan banyak kontribusi. Minimal 25-30 persen dari total pendapatan dari divisi pipa dan fitting,” tambahnya.

Terkait persaingan dan lonjakan harga bahan baku khususnya untuk divisi plastik, pihaknya mengaku memperluas segmen pasar kelas middle up. Caranya dengan memproduksi produk-produk yang fashionable dan memiliki nilai tambah baik bagi konsumen maupun perseroan.

Selain market domestik, pihaknya juga akan semakin gencar menggarap pasar ekspor terutama di Kawasan Asia dan Timur Tengah. Karena peluang pasarnya masih cukup besar. Tahun lalu, ekspornya turun karena kendala biaya freight naik dua kali lipat serta adanya kelangkaan container.

“Tahun ini kondisinya sudah membaik. Ekspor akan kami genjot lagi sehingga bisa naik 15 persen. Apalagi kurs dolar juga naik terus sehingga makin bagus untuk ekspor,” ujar Kosasih.

Kosasih menambahkan tahun lalu penjualannya naik 11 persen dari Rp 514 miliar (2020) menjadi Rp 565 miliar. Kenaikan itu disebabkan membaiknya pasar domestic sehingga semua produk perseroan terserap dengan baik.

Divisi pipa dan fitting misalnya mengalami kenaikan penjualan sebesar 11 persen dari Rp 508 miliar tahun 2020 menjadi Rp 564 miliar tahun 2021. Hal yang sama juga terjadi pada divisi produk peralatan dapur yang naik 9 persen dari Rp 259 miliar menjadi Rp 283 miliar.

“Sedangkan peralatan rumah tangga plastik mengalami kenaikan 11 persen dari Rp 95 miliar menjadi Rp 105 miliar. Karena itu, kami yakin potensi untuk meningkatkan penjualan kedepan masih sangat besar. Terutama setelah kondisi ekonomi yang sudah membaik,” pungkas Kosasih. Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry