MALANG – Kesekian kalinya mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang meraih prestasi membanggakan di cabang olahraga bela diri Taekwondo. Mewakil Kota Malang dalam Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Jatim yang digelar 17-19 Desember kemarin. Tiga mahasiswa sekaligus yang memborong medali untuk dipersembahkan kepada kampus biru ini.

Menurut Bernika Natasya Ifada, mahasiswi ITN Teknik Geodesi yang berhasil merebut emas dalam kelas individual Poomsae (seni) senior putri. Ia bersama dua mahasiswa lainnya mewakili Kota Malang dalam kejuaraan tersebut, lewat jalur pendaftaran klub taekwondo. Meski telah menekuni bela diri ini selama tujuh tahun, namun laga kemarin dirasa berat.

“Musuh di final berat, ia dari Kediri. Saya akui teknik yang dikuasainya cukup tinggi,” ungkap Bernika, di ruang Humas ITN, Kamis (23/12).

Dalam Kejurprov Taekwondo Jatim ini, tim ITN membawa pulang dua emas dan satu perak dari turnamen regional yang terselenggara di Surabaya. Dalam laga tersebut, Pamungkas Hutapea, dari teknik sipil, meraih medali emas Kyorugi atau pertarungan di kelas kurang dari 74 kilogram.

“Saya sendiri saat di final menghadapi tuan rumah, ia atlet dari Surabaya,” ujar Pamungkas, pemegang sabuk hijau ini.

Dalam pertandingan ini menggunakan sistem tiga ronde. Tiap ronde 1 menit. Tetapi, kalau tendangan masuk terus sampai selisih 20, pertandingan selesai. Tiap tendangan masuk perut bernilai dua point. Tendangan masuk kepala bernilai tiga. Kemudian, tendangan berputar dan masuk, bernilai empat point.

“Kalau KO atau selisih 20, pertandingan dianggap selesai. Syukur saya menang telak, selisih poin lebih dari 20,” katanya.

Sementara, Khansa’ Ade Taqiyyah, mahasiswi teknik arsitektur, membawa medali perak individual Poomsae senior putri. Berkat berlatih intensif 3 minggu sebelum turnamen, dimana seminggu ia latihan poomsae dua kali. Ada saat latihan di ITN, ada juga saat latihan di tempat klub, terang pemegang sabuk kuning strip hijau.

Ini merupakan turnamen Offline pertama para atlet taekwondo dari ITN Malang tersebut.
Sebelumnya, mereka harus menjalani turnamen online. Saat itu, kelas kyorugi atau pertarungan tidak ada, dan berganti speed kicking.
Ke depan, para atlet taekwondo ITN Malang ini membidik kejurnas yang rencananya akan terselenggara di Banten pada 2022 mendatang.

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry