JOMBANG | duta.co – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang menggelar Lailatul Ijtima, Rabu (8/7) malam. Acara yang digelar di Masjid Al-Abror Dusun Ketanon Kecamatan Diwek ini dibadiri sedikitnya seribu hadirin.

Tampak hadir jajaran syuriah dan tanfidziyah PCNU Jombang, MWCNU Diwek, Mojoagung, Sumobito dan Jogoroto. Termasuk perwakilan pengurus lembaga dan badan otonom (banom) NU. Camat Diwek beserta Danramil dan Kapolsek juga ikut hadir sebagai undangan.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan khatmil Qur’an. Selepas Maghrib, juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis oleh Lembaga Kesehatan (LK) PCNU Jombang. Termasuk juga kegiatan donor darah, konsultasi kesehatan dan edukasi kesehatan.

Kegiatan riyadhah digelar setelah shalat lsya’ berjamaah. Shalat taubah, shalat tasbih dan shalat hajat dikerjakan secara berjamaah. Dilanjut dengan pembacaan istigosah dan tahlil.

Agenda berikutnya pembacaan shalawat banjari. Dirangkai dengan pemberian 20 santunan anak yatim dan kurang mampu (dhuafa).

Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh mengaku senang karena kegiatan ini digelar di daerahnya. “Lailatul ljtima’ ini untuk zona lll yang meliputi kecamatan Diwek, Jogoroto, Sumobito dan Mojoagung,” ujarnya.

Dia menambahkan riyadhah dan doa bersama ini khusus untuk kesuksesan Muktamar NU yang akan digelar di Pesantren Tambakberas nanti. “Semoga lancar Muktamarnya dan NU makin jaya,” ujarnya bersemangat.

Wakil Ketua PCNU Jombang KH Haris Munawar menggarisbawahi pentingnya keteladanan (uswah) dalam mengikuti NU. “Tidak harus menjadi pengurus, yang penting ikut-ikut kegiatan yang digelar NU,” pesannya.

Saat menyampaikan taujihat (pengarahan), Rais Syuriah PCNU Jombang KH Ahmad Hasan mendorong jamaah aktif di NU. “Ikut di organisasi NU berarti kita mengikuti sunah Nabi karena beliau mengajarkan kita untuk bersatu,” jelasnya.

Kiai asal Pesantren Tambakberas ini mengajak warga NU Jombang untuk mensukseskan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar tanggal 27-31 Agustus 2026. “Karena yang datang nanti para ulama, kita harus menghormati para tamu yang datang,” tandasnya.

Dia mendorong hadirin untuk senang mengikuti organisasi NU. “Baik yang struktural jadi pengurus maupun yang kultural jamaahnya, agar NU ke depan semakin maju,” imbuhnya.

Kiai berkacamata ini berharap yang terpilih nanti karena ilmu, akhlaq dan uswah-nya. “Sehingga membawa berkah bagi organisasi NU,” tambahnya.

“Mari kita mendoakan agar Muktamar NU nanti lancar dan guyub rukun, caranya dengan memperbanyak bacaan istighosah dan shalawat, agar menghasilkan pemimpin dan program kerja yang terbaik,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Muhammadu Ya’qub, pengasuh Pesantren Urwatul Wutsqo Bulurejo Diwek. Selama kegiatan, para peserta mengikuti dengan khusyu dan tertib. (muk)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry