JAKARTA | duta.co – Serangan terhadap Prabowo Subianto semakin gencar menjelang pergantian tahun 2018 menuju 2019. Bukan lagi soal isu-isu basi terkait HAM, tapi bergulir ke isu agama. Kali ini Prabowo diserang dengan isu berjoget dalam acara perayaan Natal keluarganya yang ramai dibahas di media sosial. Kubu rival politiknya menyebut Prabowo melakukan ritual keagamaan Nasrani. Padahal, Prabowo yang memang memiliki keluarga dengan keyakinan berbeda hanya memberi penghormatan kepada sesama anggota keluarga yang sedang merayakan Natal.
Tim Sukses Prabowo-Sandiaga menegaskan Prabowo tidak ikut ritual ibadah dalam acara itu. “Pak Prabowo tidak ikut dalam ibadah ritual Natal. Beliau menyampaikan untuk penghormatan, tapi tidak ikut dalam ibadah ritual Natalnya. Beda lho ya,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan usai mengikuti rapat membahas debat Pilpres 2019 di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018).
Momen joget Prabowo itu diunggah di InstaStory Rahayu Saraswati, putri Hashim Djojohadikusumo yang merupakan keponakan Prabowo. InstaStory itu kini telah dihapus. Namun videonya sudah menyebar.
Priyo, yang mantan Wakil Ketua DPR, menegaskan keikutsertaan Prabowo dalam acara itu adalah sebagai bentuk penghormatan. “Yang jelas dipastikan tidak ikut ibadah ritual Natal. Ini hanya acara keluarga menghormati, itu kan tidak ada yang salah,” ujar Sekjen Partai Berkarya ini.
Acara perayaan Natal itu digelar Hashim Djojohadikusumo. Prabowo, masih kata Priyo, hadir untuk menghormati acara adiknya, tak ada yang salah dengan apa yang dilakukannya. “Hadir di acara Pak Hashim, Mbak Rahayu. Betul sekali, adiknya Pak Prabowo kan tokoh gereja yang sangat dihormati,” ujarnya.
Sebelumnya foto capres Prabowo Subianto memegang lilin dalam sebuah perayaan Natal juga ramai diperbincangkan di media sosial. Untuk foto itu, Gerindra juga telah menepis tuduhan Prabowo merayakan Natal.
Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengungkapkan foto itu diambil pada 2013. Saat itu, Prabowo menghadiri perayaan Natal yang digelar oleh Partai Gerindra di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.
“Jadi itu menghadiri perayaan Natal Partai Gerindra di Hotel Kartika Candra tahun 2013. Pak Prabowo hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketum Partai Gerindra,” ujar Andre saat dimintai konfirmasi, Rabu (26/12/2018).
“Jadi Pak Prabowo bukan merayakan Natal sebagai umat Kristiani,” imbuhnya.
Isu agama sangat sering digulirkan oleh kubu calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin kepada capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Sebelumnya mantan politisi Gerindra yang hijrah ke Partai Bulan Bintang (PBB), La Nyalla Mattaliti, beberapa waktu lalu mengklaim pemahaman Jokowi mengenai agama jauh lebih baik daripada Prabowo. Bahkan, La Nyalla menantang Prabowo memimpin salat dan membaca Al Quran. La Nyalla kini merepat ke Jokowi.
Isu terkait agama ini sebenarnya sudah beberapa kali bergulir. Paling dekat, pada September 2018 lalu, isu serupa juga digulirkan kubu Jokowi tatkala menanggapi kubu Prabowo yang menantang debat pilpres menggunakan Bahasa Inggris. Kala itu kubu Jokowi meminta Prabowo diadu untuk lomba mengaji Al Quran.
Pengamat politik dari Populi Center, Usep S. Ahyar, menilai serangan tersebut dilancarkan kubu Jokowi untuk menjatuhkan Prabowo di pemilihan presiden (pilpres) 2019. Usep menilai, isu agama memang menjadi salah satu titik kelemahan Prabowo. Maka dari itu, isu agama diyakini akan terus bergulir. Pola ini, kata Usep, juga digunakan untuk ‘menyerang’ Prabowo pada pilpres 2014 lalu.
Di sisi lain, imbuh Usep, La Nyalla yang baru merapat ke Jokowi juga ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa berkontribusi dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf.
Melalui isu ini, mantan Ketua Umum PSSI itu sekaligus mengklarifikasi isu yang sebelumnya ia gulirkan, yakni Jokowi terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan anti ulama. Namun upaya itu dinilai semakin kuat jika menunjukkan sisi kelemahan Prabowo yang kembali menjadi rival petahana itu.
“Itu upaya mengklarifikasi sambil menyerang juga, karena banyak juga pemilih atau tidak memilih Jokowi karena termakan isu itu,” ujar Usep.
Meskipun isu seperti itu bergulir, namun menurut Usep, hal ini tidak akan mempengaruhi elektabilitas Prabowo. Karena, simpatisan Prabowo sudah cukup kuat. Bahkan beberapa waktu lalu, kata Usep, pihaknya pernah melakukan survei. Hasilnya, ada beberapa wilayah yang warganya justru banyak menilai pasangan Sandiaga Salahuddin Uno itu lebih religius.
“Bahkan ketika ditanya, mana yang paling religius antara capres itu, ada dua atau tiga wilayah menyatakan Prabowo paling religius. Bahkan dibandingkan Ma’ruf Amin,” kata Usep.
Salah satu faktor penilaian masyarakat bahwa Prabowo merupakan sosok religius itu karena selalu dikaitkan dengan alim ulama, khususnya alim ulama yang terlibat dengan berbagai aksi bela Islam beberapa waktu lalu. Selain itu, Usep menilai isu yang digulirkan kubu Prabowo juga menyebutkan Jokowi sebagai anti ulama.
Tak hanya itu, ketika aksi reuni 212 digelar di Monumen Nasional (Monas) pada 12 Desember 2018 lalu, Prabowo hadir. Bahkan beberapa kali namanya disebut oleh massa sebagai presiden 2019.
Secara terpisah, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro juga menilai isu ini tidak akan memengaruhi elektabilitas Prabowo. Karena, ada faktor lain yang menjadi nilai tambah bagi mantan Danjen Koppasus tersebut.
“Prabowo dinilai punya kelebihan karena sosoknya tegas, lugas dan terbuka,” kata perempuan yang akrab disapa Wiwik itu seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Selain itu, kata Wiwik, dipilihnya Sandiaga yang berlatar belakang pengusaha sebagai wakil presiden Prabowo juga menjadi nilai tambah lainnya. Karena, hal itu menunjukkan bahwa Prabowo tidak ingin mengkontestasikan ulama sebagaimana Jokowi menunjuk Ma’ruf Amin sebagai wakilnya.
“Karena itu, menggulirkan isu agama untuk menyerang Prabowo tak akan efektif karena justru itu dianggap menyerang hal-hal yang sifatnya private seorang calon, bukan kualitas visi, misi dan program,” kata dia. (dt/cnni)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.