Hairul Anas Suaidi (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Jagat teknologi sedang ramai dengan nama Hairul Anas Suaidi. Maklum, ia baru saja muncul terbuka dalam acara simposium ‘Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Hairul Anas Suaidi menjadi perhatian seluruh hadirin, bahkan, hari-hari ini namanya menghiasi jagat media sosial. “Selamat kepada adikku Hairul Anas Suaidi, alumni Elektro ITB, yang telah menciptakan robot pemantau tampilan situng kapeu (baca: KPU) menit demi menit secara kontinyu,” tulis salah seorang warganet yang juga alumni ITB, Rabu (15/5/2019).

Siapakah Hairul Anas Suaidi? Ternyata lelaki ini asli Pamekasan, Madura, alumni SMAN 1 Pamekasan dan alumni Elektro ITB. Ia ahli IT yang sukses mencipta robot untuk memotret C1 dan sistem IT KPU menit per menit secara kontinyu.

Ia juga menampilkan hasil ciptaan pakar IT dari Malaysia yang bisa mengetahui apakah C1 yang ditampilkan KPU itu asli atau bukan. Saat tampil di simposium ‘Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019’, Hairul Anas ‘meledek’ KPU soal keberadaan robotnya itu.

“Jangan tanya di mana robot itu? Inilah halaman KPU yang saya potret dari menit ke menit. Mulai dari halaman nasional sampai TPS. Minta menit berapa pun, akan saya kasih gambarnya,” tegas Hairul Anas Suaidi.

Hairul Anas juga menamai karyanya dengan ‘Robot Tidak Ikhlas’ dan ‘Robot Ikhlas’. “Kalau ini robot tidak ikhlas menyaksikan kecurangan. Saya tidak ikhlas Pak Prabowo-Sandi dicuri suaranya? Siapa yang tidak ikhlas?,” tanya Hairul Anas Suaidi langsung dijawab ‘saya’ gemuruh hadirin.

Hairul Anas Suaidi menyebut, bisa saja KPU tidak takut lagi kepada malaikat, tetapi, kepada robot bikinannya, KPU harus takut.

“KPU boleh tidak takut malaikat, tetapi dia harus takut kepada robot ini. Karena semua ada di sini, dari nasional sampai TPS. Dan ini tidak akan saya berikan kepada cebong-cebong untuk melihat. Saya bilang robot ini ada di planet mars, Anda tidak akan menemukan robot ini,” jelasnya.

Ya! Tak ada kecurangan yang terlewatkan dari pantauannya. Karena ada beberapa temuan C1 yang ternyata memang terindikasikan palsu. Ia tampil sangat luar biasa di acara simposium  Membedah Kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Sahid Jaya tersebut.

“Dia orang berilmu yang mau ‘turun ke bumi’ untuk memberikan jalan terang atas kegelapan yang sedang terjadi saat ini. Semoga beliau diberikan perlindungan oleh Allah SWT. dari segala macam gangguan, ancaman, dan hal yang merugikan, Aamiin,” harap warganet lainnya.

Sebelumnya, publik juga digemparkan dengan temuan salah seorang gamer, juga dari Madura. Ia dengan jeli memotret kesalahan tayang (angka) di Tv swasta. Di mana angka perolehan Prabowo-Sandi awalnya tampak menang, tiba-tiba berubah menjadi kalah. Ironisnya, kesalahan itu terjadi di dua Tv swasta, dengan angka yang sama. (mky)