Keterangan foto rmol

JAKARTA | duta.co – Lama-lama orang cuma percaya Rocky Gerung, karena makin hari pernyataan politik makin gila, hilang akal sehat. Setelah mau memberi remisi kepada Susrama, pembunuh jurnalis Radar Bali, Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Presiden pun didemo. Akhirnya Jokowi meralatnya. Pembatalan remisi presiden itu diapresiasi berbagai kalangan. Pembatalan itu prestasi atau justru blunder?

Lihatlah! Melalui Kepres 29/2018, Presiden Jokowi memberikan remisi atau pengurangan hukuman kepada Susrama dari hukuman penjara seumur hidup menjadi hukuman penjara selama 20 tahun. Setelah ditolak berbagai kalangan, barulan Presiden Jokowi membatalkan pemberian remisi itu.

“Pembatalan remisi ini jelas bukan prestasi. Ini adalah koreksi yang dilakukan presiden, entah karena menyadari kekeliruan atau karena faktor elektoral karena dirinya sekarang ini adalah kontestan pilpres,” begitu disampaikan wartawan senior Teguh Santosa usai mengikuti dialog di CNN Indonesia mengenai ancaman kekerasan terhadap wartawan, Sabtu malam (9/2).

Sebelumnya, dalam dialog yang juga dihadiri Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan itu, Teguh mengatakan bahwa dirinya tidak begitu kaget mendengar pembatalan remisi tersebut. Meski kebijakan itu tidak disampaikan saat pidato di HPN (Hari Pers Nasional).

Menurut Teguh, hal itu sudah jadi pola yang berkembang di dalam pemerintahan Jokowi. Dia merujuk pada beberapa kasus, seperti rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir yang kemudian dibatalkan sendiri. Ironis bukan? Sampai kapan pemerintah ‘plin-plan’ atau blunder? Waallahu’alam.

Koordinator Jurubicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Minggu (10/2) mengatakan, remisi itu memang harus dicabut. Dan tak cukup itu, Jokowi sebaiknya meminta maaf karena sudah abai di awal dengan menandatangani keputusan tersebut.

Dahnil berharap ke depan ketidakcermatan semacam ini tidak terulang lagi. “Tidak boleh terjadi lagi, penting kepala negara memahami semua keputusan yang beliau tandatangani,” sambung mantan ketua umum Pemuda Muhammadiyah ini. (rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.