SURABAYA | duta.co – Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Jawa Timur kian massif. Bahkan Jatim memimpin penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 secara nasional selama dua hari berturut-turut.

“Hari kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 153 sehingga akumulasinya menjadi sebanyak 3.095 kasus positif covid-19 di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.385 orang (77,06%) yang masih dirawat, 426 orang (13,76%) sudah sembuh, dan 273 orang (8,82%) yang meninggal dunia,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat (22/5/2020).

Surabaya Selalu Tertinggi

Penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif, lanjut Khofifah masih didominasi Surabaya Raya. Rinciannya, Surabaya 51 + 2 ABK, Gresik 28, Sidoarjo 27, Kab Kediri 18, Pacitan 4, Magetan 4, Kab Madiun 3, Nganjuk 3, Kab Mojokerto 2, Tulungagung 2, Kab Malang 2, Kota Malang 2, Kota Batu 1, Kota Mojokerto 1, Jombang 1, dan Kota Kediri 1.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim ini mengaku bersyukur karena pasien yang sembuh hari ini bertambah 13 orang, yaitu 3 dari Kab Madiun, 1 dari Lumajang, 2 dari Kab Malang, 1 dari Sidoarjo, 3 dari Nganjuk, 1 dari Tuban, 1 dari Kab Blitar dan 1 dari Surabaya.

“Tapi kita juga berduka sebab pasien yang meninggal dunia hari ini bertambah 15 orang yaitu 9 dari Surabaya, 4 dari Sidoarjo, 1 dari Kota Malang dan 1 dari Tulungagung,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

Ia mengakui penambahan kasus baru positif covid-19 di wilayah Surabaya Raya hari-hari terakhir ini sangat tinggi lantaran di tiga daerah yang melaksanakan PSBB tahap II itu melakukan Rapid Test secara massif dan agresif di titik-titik yang menjadi pusat penyebaran infeksi sehingga potensi ditemukan yang terkonfirmasi positif covid-19 juga semakin tinggi.

“Rapid test secara massif dilakukan kepada 25.610 orang, hasilnya diketahui ada 1992 orang yang dinyatakan reaktif dan tentunya akan ditindaklanjuti dengan test PCR/Swab dan isolasi. Di Surabaya dilakukan rapid test sebanyak 11.555 orang, yang positif covid menjadi sebanyak 1.617 orang. Sidoarjo dilakukan rapid test sebanyak 10.555 orang, yang positif covid-19 menjadi 413 orang dan di Gresik dilakukan 3.500 rapid test, yang positif covid-19 menjadi 122 orang,” beber mantan Mensos RI ini.

Sementara untuk kasus PDP, lanjut Khofifah bertambah sebanyak 232 kasus, sehingga total kasus PDP di Jatim menjadi sebanyak 5.499 kasus. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.497 orang masih diawasi, lalu 2.471 orang sudah tidak diawasi dan 531 orang yang meninggal dunia,” jelasnya.

RS Lapangan Beroperasi

Selanjutnya untuk kasus ODP, hari ini bertambah sebanyak 152 sehingga akumulasi kasus ODP di Jatim menjadi sebanyak 23.423 kasus. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.046 orang masih dipantau, kemudian 19.283 orang sudah tidak dipantau dan 94 orang yang meninggal dunia,” imbuhnya.

Ditambahkan Gubernur Jatim, penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif covid-19 hari ini juga diketahui yang terbanyak berasal dari mereka yang sebelumnya berstatus PDP ada sebanyak 53,3 %, kemudian dari ODP sebanyak 12,4 % dan 34,2 % dari OTG.

“Masih tingginya angka ODP dan OTG itu patut diwaspadai, sebab secara klinis mereka tidak menunjukkan gejala sakit tapi sudah bisa menularkan covid-19 ke orang lain. Saya minta masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan karena virus ini sangat berbahaya dan bergeraknya tidak nampak,” pinta perempuan yang juga ketum PP Muslimat NU ini.

Masih di tempat yang sama, ketua gugus kuratif Satgas Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi mengatakan bahwa seiring dengan meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim, pihaknya juga berupaya meningkatkan fasilitas layanan kesehatan.

Dikawal 10 Dokter

Perkembangan yang terbaru, kata Joni RS Lapangan (Darurat) di Puslitbangkes Jalan Indrapura yang dibangun sudah bisa difungsikan untuk menerima pasien covid-19 dengan kategori gejala klinis sedang dan ringan yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Ada 4 tenda besar, dimana 2 tenda digunakan untuk merawat pasien covid-19 dengan kapasitas 18 bed per tenda. Sedangkan yang di dalam hall gedung mampu menampung 50 pasien, serta dalam gedung bisa menampung 150 pasien plus 4 ruang intensif high care,” terangnya.

Operasional RS Lapangan ini juga disupport 8 dokter umum dan 2 dokter konsultan, dari IDI dan PPMI, serta puluhan tenaga perawat dan laborat yang sudah direkrut Pemprov Jatim beberapa waktu lalu.

“Tinggal finishing ruang cuci pasien dan nakes, serta toilet mobile. Kami juga sediakan kamar tinggal sementara untuk nakes yang bangunannya terpisah dengan rumah sakit darurat sehingga keamanannya terjamin. InsyaAllah besok atau lusa sudah bisa menerima pasien covid-19,” pungkas Joni. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry