BRUTAL : Pagar pembatas lapangan dan suporter di tribun utara dirobohkan (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Kecolongan tiga gol di babak awal, disikapi hujatan ribuan Persikmania yang memadati Stadion Brawijaya pada Kamis malam. Mulai dari pelemparan batu ke arah anak-anak Macan Putih hingga membakar kembang api sebagai tanda protes.

Saat jeda istirahat, sejumlah oknum suporter nekat masuk dan nyaris mengeroyok Aed Tri Oka, salah satu palang pintu Persik atas ucapan pedasnya.

Suasana panas ini akhirnya bisa direda setelah ratusan aparat keamanan gabungan memasuki stadion dan menghalau suporter untuk kembali masuk ke tribun. Oka pun menyatakan permintaan maafnya atas ucapan yang dilontarkan.

Tidak sampai di sini, meski akhirnya mampu menyusul ketertinggalan 3 – 3 atas tim tamu, pertandingan pada menit 81 akhirnya dihentikan.

“Setelah menyalakan flare kemudian memasang spanduk ucapan Selamat Bulan Suci Ramadan, suporter dari tribun utara kemudian kembali masuk ke ke lapangan. Kali ini dengan merusak pagar pembatas. Kami belum tahu berapa besaran kerugiaan atas kerusakan ini padahal pagar baru selesai diperbaiki,” jelas Widodo Hunter, Ketua Panpel Persik.

Kemarahan suporter ini sebenarnya dipicu, anak – anak Persik tidak mampu meladeni permainan tim dari Tangerang. Kericuhan sebelumnya juga sempat terjadi saat Persik ditekuk Persis Solo dengan skor akhir 2 – 1 untuk tim Pasoepati.

“Kami akan lakukan evaluasi semua, sebenarnya di babak kedua sudah mampu bermain baik,” jelas Nazal Mustofa, coach Persik Kediri dikonfirmasi di ruang ganti pemain. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.