MENGAJAR: Dua mahasiswa IKIP Budi Utomo (IBU) Malang (Ida Laila dan Hikmah Arzilah) yang berkesempatan dikirim mengajar di Thailand mendapat beberapa tanda cinta di jas almamaternya. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Semakin membubungnya tanggungjawab guru sebagai tenaga pendidik, dibutuhkan pula pembekalan yang serius pula dalam mencetaknya. Ikip Budi Utomo (IBU) melengkapi sarana perkuliahan dengan lab multimedia, dan lab micro teaching membuat lulusannya cepat diserap dunia kerja, hingga dapat reward pula dari beberapa sekolah di Thailand.

Seperti yang disampaikan oleh Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi, saat awak media bertandang di kampus C, jalan Citandui kota Malang. Bahwa sejak 2013 lalu kampus ini telah menerapkan kebijakan paperless, atau meminimalkan penggunaan kertas.

“Ini sebagai respon cepat atas perkembangan tekhnologi, termasuk juga pengadaan berbagai fasilitas perkuliahan yang terus di-up grade dan dilengkapi, seperti laboratorium multimedia serta laboratorium micro teaching,” ungkap orang nomer satu di Ikip Budi Utomo ini.

Kebijakan paperless yang diusung Nurcholis Sunuyeko ini sendiri sebelum diterapkan, terlebih dahulu sudah lebih dari satu tahun diuji coba. Selain efektif dalam penyampaian materi juga dirasa sangat membantu dalam evaluasi pembelajaran. Melalui program ini pula mahasiswa mengikuti ujian digital dan nilai ujian langsung dapat diketahui. Uniknya, lewat tekhnologi ini juga, orang tua dapat memantau kehadiran mahasiswa di kelas.

“Tiap kelas sudah nggak lagi memakai LCD, tapi lebih canggih lagi LED. Masing-masing mahasiswa dibekali dengan tab untuk mengakses perkuliahan,” paparnya.

Lebih lanjut, Rektor IBU menguraikan pula mengenai lab micro teaching, dimana dalam kelas kecil tersebut hanya dibatasi 15 sampai 20 mahasiswa agar perkuliahan berjalan efektif. Mereka belajar metodologi, dan langsung mengimplematasikan cara mengajar yang benar. Secara bergantian mereka menjadi guru dan murid. Termasuk di dalamnya terdapat tim penilai dan pengevaluasi. Jika terjadi diskusi, tinggal memutar tayangan rekaman video yang sudah terintegrasi dalam ruang lab ini.

Nurcholis Sunuyeko optimis dengan program dan fasilitas diatas tersebut dapat menjadikan lulusan IBU menjadi semakin kompeten dan diminati dunia kerja.

“Alhamdulillah yang membanggakan, dari penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kota Malang, lebih dari 50 % merupakan mahasiswa jebolan Ikip Budi Utomo Malang. Ini bukti jika kampus ini memang benar-benar membekali lulusannya dengan kompetensi yang mumpuni,” tukasnya.

Tak hanya itu, hampir seluruh mahasiswa IBU memiliki kompetensi menjadi pengajar yang terampil dalam mengajar, dan paham akan psikologi anak. Seperti 7 mahasiswa Ikip Budi Utomo yang dikirim ke Thailand untuk mengajar anak SD, SMP dan beberapa pondok pesantren di sana.

“Pendekatan dan cara mengajar mereka sangat disukai hingga mendapat reward baik dari siswa maupun Kepala Sekolah di sana,” kata Rektor ramah ini.

Seperti Ida Laila dan Hikmah Arzila, dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang berkesempatan dikirim ke Thailand.

‘Ketika anak sangat cinta dan bahagia mereka memberikan stiker cinta yang ditempel di jas almamater IBU,’ tulis chat di salah satu media sosial yang dikirim ke Kepala Pusat Kerjasama dan Humas IBU, Dr Rochsun MKes. (dah )

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.