WISUDA PANDEMI : Rektor Unitomo Dr Bachrul Amiq (kiri) saat mewisuda lulusan Unitomo, Minggu (13/9/2020). DUTA/ist

SURABAYA l duta.co –  Universitas Dr Soetomo Surabaya (Unitomo) mewisuda 1.311 lulusan dari program D3, S1 dan S2, Sabtu (12/9/2020) dan Minggu (13/9/2020). Wisuda dilakukan secara offline dan online mengingat masih kondisi pandemi Covid-19.

Rektor Dr Bachrul Amiq yang langsung mewisuda lulusan dari Dyandra Convention Center Surabaya.  Sebanyak 272 lulusan mengikutinya secara online atau daring (dalam jaringan). Sedang 1.059 lulusan lainnya, meski hadir secara fisik, namun tidak dalam sekali sesi.

Atas saran dan koordinasi dengan pihak gedung serta Gugus Tugas Covid, panitia menerapkan protokol kesehatan yang amat ketat, dengan membagi pelaksanaan prosesi wisuda selama dua hari itu dalam empay sesi.

Ketua panitia Dr Siti Marwiyah wisuda kali ini memang luar biasa. “Wisuda tidak sekaligus namun ada sesinya. Ini semua dilakukan agar menghindari kerumunan,” ujarnya.

Dengan jumlah undangan yang dibatasi secara ketat, termasuk larangan bagi anak kecil dan orang tua berusia lanjut, serta syarat menunjukkan surat keterangan hasil rapid test non reaktif, tambah Siti, maka panitia bisa mengendalikan acara dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Rektor Bachrul Amiq memang mewanti-wanti seluruh wisudawan, juga panitia yang terlibat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan di mana pun berada.

“Sebenarnya, lebih mudah bagi saya untuk memutuskan menggelar acara wisuda ini secara online, seperti dilakukan banyak kampus lain. Tapi karena banyak juga calon wisudawan meminta agar momen penting ini bisa tetap terselenggara secara offline. sebagai peristiwa sekali seumur hidup, maka saya akhirnya memutuskan untuk menggelarnya secara offlline dan online bersamaan,” jelasnya.

Suksesnya prosesi wisuda secara online dan offline ini mendapat apresiasi dari Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Ir Soeprapto, DEA.

Dikatakan Soeprapto  wisuda yang dilakukan untuk mengakomodasi keinginan para calon wisudawan yang ingin mengikuti acara ini secara offline sebagai momen penting dalam hidupnya itu tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Ini langkah berani, dan harus dieksekusi secara hati-hati dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dan saya lihat Unitomo berhasil melakukannya. Menurut saya, ini perlu dicontoh oleh kampus-kampus lain, karena kebanyakan hanya menggelar wisuda secara online, atau offline tapi hanya diikuti oleh wisudawan tertentu, biasanya yang berprestasi saja sebagai perwakilan,”  ujar  Soeprapto. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry