SURABAYA | duta.co – Luar biasa! Semangat mahasiswa menghadiri acara ‘Seminar Akal Sehat’ bersama  Rocky Gerung, Sabtu (2/2/2019), dalam rangka menyambut 18 Tahun Harian Umum (HU) Duta Masyarakat, di luar dugaan. Hanya dalam hitungan jam, kursi yang disediakan panitia, habis.

“Lucunya semua minta duduk di depan. Ada juga mahasiswa yang menawarkan sumbangan uang karena acaranya gratis. Lebih dari itu, banyak peserta bukan mahasiswa, juga minta setifikat,” demikian disampaikan Sovie Dina Kumala, panitia pendaftaran peserta, Jumat (1/2/2019).

Panitia, kata Sovie, tidak bisa menentukan siapa yang harus duduk di kursi depan. Yang jelas, siapa datang duluan, memiliki kesempatan lebih besar. Hanya saja, panitia akan menyodorkan daftar hadir sesuai dengan nama-nama yang masuk.

“Tidak perlu khawatir, selain ruang pertemuan Lt III, panitia juga menyiapkan di lantai dasar dengan kapasitas sedikit lebih kecil. Di sini akan disediakan layar lebar dan bisa komunikasi langsung dengan nara sumber di atas,” sela Ismail, yang kebagian mengawal property acara.

Sosok Rocky Gerung memang menarik, bahkan kontroversi. Tidak sedikit pembaca Duta Masyarakat yang mengapresiasi acara ini, dan banyak juga yang menyoal mengapa harus Rocky Gerung.

Kontroversi itu, sah-sah saja. Menurut Eko Pamuji, General manager HU Duta Masyarakat, hari ini kita membutuhkan sosok seperti Rocky Gerung. Dalam tahun politik ini, banyak Cebong dan Kampret yang kehilangan akal sehat. Ini berbeda dengan tahun-tahun lalu.

“Nah, Rocky berani tampil meluruskan semua itu. Ketika banyak orang kehilangan akal sehat, Rocky mengajak kita mikir,” jelas Eko.

Sementara, lanjut Eko, Islam sendiri memberikan tuntutan bagaimana kita memanfaatkan akal sehat dengan sebaik-baiknya. Alquran telah memberikan warning tentang akal (rasio) ini. Karena orang yang berakal itu tidak akan mudah menyalahkan orang lain.

“Materi ’aql dalam Alquran terulang sebanyak 49 kali. Bahkan 13 kali Alquran memberikan dorongan menggunakan akal seperti afala ta’qilun, afala tatafakkarun, apakah engkau tidak menggunakan  otakmu? Apakah engkau tidak berpikir?” jelas sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim ini.

Selain Rocky Gerung ada Prof Dr Suyatno MPd (Rektor Universitas HAMKA) dan Dr Tatang Istiawan (Wartawan Senior Surabaya). (sov)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.