BOJONEGORO | duta.co – Kekosongan kursi DPRD Kabupaten Bojonegoro yang ditinggal anggotanya yang berasal dari Fraksi Golkar karena meninggal dunia akhirnya terisi. Hal itu ditandai dengan Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di gedung Dewan Legislatif setempat.

Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Mitroatin menuturkan, meskipun sisa masa jabatan yang diemban hanya sebentar, yakni kurang lebih hanya 2 tahun, Anis Mustofa diharapkan dapat melanjutkan aspirasi rakyat yang sebelumnya menjadi tanggung jawab almarhum Rasijan. Terutama yang belum terselesaikan.

“DPRD merupakan perwakilan dari rakyat, maka dari itu harus menjalankan amanah jabatan sesuai dengan konstitusi,” tuturnya, Rabu (29/6/2022).

Suara Golkar adalah suara rakyat, lanjut Mitroatin, maka dari itu dia berharap kepada Anis Mustofa supaya bisa menjadi pelayan masyarakat. Pada dasarnya, lanjut dia, DPRD ini mempunyai tiga tugas pokok, yakni budgeting, legislasi, dan anggaran.

“Tugasnya wakil rakyat ini adalah ngomong, jadi saya tegaskan agar kedepannya beliau tidak hanya duduk, dengar, dan diam pada saat rapat dengan SKPD ataupun dengan unsur lainnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar mengatakan, pelantikan PAW hari ini berdasarkan usulan dari Partai Golkar karena anggotanya yang menduduki kursi wakil rakyat telah meninggal dunia.

“Mereka (Partai Golkar) telah mengusulkan PAW untuk Pak Rasijan yang meninggal dunia,” katanya saat ditemui seusai Rapat Paripurna Istimewa.

Umar, sapaan akrabnya, berharap agar PAW dari Fraksi Golkar itu dapat melaksanakan tugas kelembagaan dengan maksimal, mengingat sisa masa jabatan yang tidak lama. Anis Mustofa ditempatkan pada posisi yang sama seperti almarhum Rasijan, yakni di Komisi D.

“Dengan sisa masa jabatan yang tidak panjang, kami berharap beliau dapat memaksimalkan tugas kelembagaannya,” pungkasnya.

Sekadar informasi, rapat paripurna pengambilan sumpah jabatan PAW tersebut dihadiri oleh Forkopimda dan seluruh OPD di Kabupaten Bojonegoro. Namun Bupati Bojonegoro tidak tampak batang hidungnya pada agenda itu. (abr)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry