Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi (kiri) dalam Opening Speech Studi Virtual ke IAPI Pusat dan OJK Malang. Studi ini bertema “The Future of The Accounting Profession in the Fintech Era”.

MALANG | duta.co – Himpunan Manajemen Jurusan (HMJ) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menggelar Studi Industri. Studi yang digelar virtual kali ini menyasar Institute Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Diikuti 400 mahasiswa yang mengusung tema “The Future of The Accounting Profession in the Fintech Era”.

Menurut Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi, bahwa agenda studi industri sangat penting bagi penyiapan mahasiswa baru sebagai calon akuntan masa depan. Pasalnya ini menjadi bagian dari era digital ekonomi yang akan menjadi dunia yang akan mereka geluti di masa bekerja kelak. Profesi akuntansi sebagai profesi yang menyediakan jasa informasi akuntansi mau tidak mau harus mempersiapkan dirinya menghadapi era digital ekonomi dengan sebaik-baiknya.

“Melalui studi banding ini, diharapkan mahasiswa Akuntansi Unisma dapat menggali pengetahuan seluas-luasnya dari kedua pemateri agar bisa mendapatkan pengetahuan mengenai era fintech beserta implikasinya kepada profesi akuntansi,” ungkap Diana, Sabtu (09/10).

Sementara itu Habib Basuni dari IAPI Pusat menyambut baik studi Indutri Virtual ini, sebagai langkah awal bagi mahasiswa akuntansi FEB Unisma yang ingin mengetahui profesi akuntansi dan masa depannya. Menurutnya, era digital ekonomi yang salah satunya berwujud dalam Fintech merupakan bagian dari bidang Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang juga harus dikuasai oleh seorang akuntan. Melalui teknologi informasi, maka SIA menggunakannya untuk mendukung kinerja informasi yang mereka hasilkan, yaitu dengan cara memperbaiki kualitas pengolahan informasi termasuk juga memperbaiki transparansi dan kualitas informasi yang dihasilkan.

“Selain itu, pengolahan Informasi semakin murah. Oleh karena itu, sangat penting bagi akuntan untuk mempersiapan bekal ilmu dalam bidang Computer Science dan Math and Statistic, selain Core utamanya yaitu Business Domain Expertise,” kata Habib Basuni.

Jika akuntan tidak ahli dalam informasi, maka profesi lain dapat mengambil alih fungsi akuntan. Dengan kata lain, Akuntan harus Expert dalam bidang penyedia informasi keuangan, sehingga bagi akuntan, teknologi informasi menjadi kebutuhan pokok.

Habib Baisuni pun berpesan agar mahasiswa wajib menguasai dua standar ketrampilan dalam menghadapi perkembangan tekhnologi, yaitu keterampilan umum dan ketrampilan khusus. Ketrampilan umum, yaitu mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Begitu juga Doni Santoso dari OJK Malang, memberikan wawasan tentang era didgital dan lahirnya Fintech yang dipicu oleh dua hal besar, yaitu adanya kebiasaan baru dalam masyarakat akibat pandemi dan perkembangan model bisnis yang berubah karena perkembangan cepat di teknologi informasi. Kedua fenomena tersebut menimbulkan pergeseran perilaku pada sektor jasa keuangan semasa Pandemi (New Normal Digitalisasi Sektor Jasa Keuangan).

Menurut Doni Santoso, Finantech memiliki keunggulan dalam hal fleksibiltas dan aksesibilitas, namun terdapat juga resiko yang melekat di dalamnya, yaitu berupa kecurangan data maupun penyalahgunaan data.

OJK berperan penting mengatur operasi OJK agar manfaat optimal dari Fintech bisa dirasakan oleh masyarakat. Edukasi dan penegakan peraturan kepada masyarakat dan pihak lembaga keuangan sangat diperlukan dalam proses digital ekonomi saat ini.

Munculnya banyak permasalahan di bidang ekonomi digital salah satunya adalah karena faktor tersebut. Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat teredukasi diharapkan bisa berkontribusi dalam mengembangkan dunia keuangan digital yang lebih sehat.

Sedangkan ketrampilan khusus yaitu menguasai teknik, prinsip, dan pengetahuan proseduran tentang penggunaan teknologi informasi dan mampu secara mandiri mendesain proses bisnis dalam suatu sistem informasi akuntansi yang mendukung penyediaan informasi berbasis teknologi informasi untuk mendukung pengendalian manajemen dan pengambilan keputusan dengan pendekatan siklus pengembangan sistem (System Development Life Cycle). (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry