
SURABAYA | duta.co— Perwakilan Delegasi Uni Eropa (EU) bersama perwakilan Pemerintah Jerman dan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya berkunjung ke Surabaya, Sabtu (10/1/2026).
Kunjungan ini untuk bertemu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan menindaklanjuti perkembangan proyek Jalur Kereta Api Regional Surabaya. Proyek ini didanai melalui dukungan Jerman, sebagai salah satu dari tiga proyek unggulan di bawah payung inisiatif Uni Eropa yaitu Global Gateway.
Delegasi diterima Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi. Selanjutnya, Delegasi mengunjungi proyek Stasiun Pasar Turi sebagai bagian dari pembangunan Jalur Kereta Api Regional Surabaya (SRRL) Fase 1 – yang menjadi proyek unggulan Global Gateway.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempresentasikan ruang lingkup proyek SRRL Fase 1, perkembangan terkini, dan langkah kerja selanjutnya, dan untuk membahas area investasi prioritas di Jawa Timur serta potensi peluang bagi perusahaan Eropa untuk terlibat di dalamnya – khususnya di bidang transportasi, mobilitas, dan rantai nilai yang terkait.
SRRL Fase 1 adalah salah satu dari tiga proyek unggulan Global Gateway di Indonesia, sehingga kunjungan ini merupakan kesempatan yang tepat untuk menunjukkan kemajuan nyata yang telah dicapai, dan untuk memperkuat kerja sama dengan pemangku kepentingan, baik publik maupun swasta.
Pemerintah Indonesia, bersama Pemerintah Jerman melalui Bank Pembangunan KfW, sedang mengembangkan SRRL Fase 1, sebuah proyek unggulan Global Gateway di Indonesia.
Proyek ini akan mentransformasi mobilitas komuter antara Surabaya dan Sidoarjo serta memperkuat pembangunan perkotaan berkelanjutan di wilayah metropolitan Surabaya Raya (Gerbangkertosusila).
Fase 1 SRRL mencakup pembangunan sekitar 22 km jalur ganda dan elektrifikasi, modernisasi lima stasiun, peningkatan sistem keselamatan di perlintasan, pembangunan depo Sidotopo secara permanen, dan peningkatan kualitas layanan yang signifikan dengan interval keberangkatan antar kereta hingga 15 menit.
Setelah beroperasi, sekitar lima tahun lagi, jalur ini diharapkan dapat mengangkut lebih dari 200.000 penumpang per hari, memberikan manfaat bagi lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun pertama, mengurangi kemacetan jalan dan biaya logistik.
Selain itu, proyek ini akan memberikan manfaat iklim secara jangka panjang dengan proyeksi pengurangan emisi gas rumah kaca hingga 150.000 ton CO₂ per tahun saat fase ke-2 SRRL selesai di tahun 2045 nanti.
Proyek ini didanai melalui paket biaya sebesar total EUR 296,8 juta, yang terdiri dari pinjaman lunak sebesar EUR 230 juta dan hibah sebesar EUR 6 juta dari Pemerintah Jerman melalui KfW, bersama dengan dana sebesar EUR 60,8 juta dari Kementerian Perhubungan Jerman.
Perjanjian pinjaman dan hibah ini ditandatangani pada 30 Juni 2025, menandai tonggak penting bagi proyek unggulan Global Gateway ini. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memainkan peran penting untuk memastikan perizinan proyek yang tepat waktu, manajemen lintas pekerjaan yang efektif dan komunikasi antar pemangku kepentingan yang transparan.
“Investasi pada infrastruktur kereta api akan menentukan arah perkembangan sebuah kota dalam beberapa dekade mendatang. Karena alasan ini, kualitas sangat lah penting dan inilah yang dapat diberikan Jerman dan Eropa melalui Inisiatif Global Gateway,” kata Bapak Ralf Beste, Duta Besar Jerman untuk Indonesia. ril/lis







































