
SURABAYA | duta.co – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) XXI Unesa Surabaya mendapat kunjungan Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), Jumat (19/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Asrama Sekolah Rakyat, Kampus II Unesa Lidah Wetan ini menjadi wujud dukungan pemerintah pusat terhadap pemerataan pendidikan melalui inisiatif sekolah rakyat.
Sekolah Rakyat Unesa saat ini menampung 100 siswa, terdiri dari 57 laki-laki dan 43 perempuan. Dalam kesempatan tersebut, BHS menyerahkan bantuan berupa dua unit televisi 42 inci serta satu set alat potong rambut untuk kebutuhan siswa di asrama.
“Program sekolah rakyat ini adalah bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Kabinet Merah Putih. Targetnya, akan dibangun 200 sekolah rakyat di seluruh Indonesia dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah. Jawa Timur, termasuk Surabaya, menjadi salah satu daerah yang diharapkan segera menambah fasilitas ini, termasuk Sidoarjo dan Madura,” ujar BHS.
BHS menilai fasilitas dan tenaga pengajar di SRMA XXI Unesa sudah sangat memadai. “Saya lihat kelasnya nyaman, guru-gurunya berkualitas karena seleksinya ketat, dan semua kebutuhan siswa seperti seragam, sepatu, serta buku sudah terpenuhi. Saya hanya menambahkan hiburan berupa televisi dan alat potong rambut karena ada siswa yang mahir memangkas rambut,” tambahnya.
Salah satu siswa, Wahyudi, mengaku terharu dengan perhatian BHS. “Saya sangat senang sekali Bapak Bambang Haryo berkunjung. Saya kaget ketika ditanya mau minta apa, lalu saya bilang ingin TV untuk hiburan setelah belajar. Saya juga minta mesin potong rambut karena kebetulan bisa motong, jadi bisa membantu teman dan guru di sini. Ke depan, saya berharap ada fasilitas lain seperti WiFi,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SRMA XXI Unesa, Prapti Wardani, menuturkan bahwa perkembangan siswa sudah terlihat meski baru dua bulan menjalani pembiasaan hidup di asrama.
“Alhamdulillah, anak-anak terbiasa sholat lima waktu berjamaah tanpa disuruh. Orang tua pun kaget karena anaknya berubah lebih disiplin. Saat ini memang masih tahap matrikulasi dan pembiasaan, sebelum masuk ke pelajaran inti seperti matematika, fisika, dan keagamaan. Bantuan televisi ini juga akan membuat anak-anak lebih senang, apalagi waktu hiburan di asrama cukup terbatas,” jelasnya.
Menurut Prapti, pihak sekolah juga menerapkan aturan ketat penggunaan gadget. HP hanya boleh digunakan pada akhir pekan agar pembentukan karakter siswa lebih optimal.
Kunjungan BHS ini diharapkan mampu memotivasi siswa sekaligus memperkuat eksistensi sekolah rakyat sebagai salah satu program unggulan pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.(gal)





































