
MAGETAN | duta.co – Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Daerah Magetan menggelar pertemuan dan turun ke pasar menjaga stabilitas harga pangan dan memantau laju ekonomi lokal. Mendukung pertumbuhan perekonomian rakyat dan menjaga kestabilan rantai pasok pangan di daerah tetap aman dan terkendali.
Untuk itu Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Daerah Magetan menggelar pertemuan dan turun ke pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memantau laju ekonomi lokal.
Kegiatan dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang dan Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti mengunjungi pasar dan bertemu muka dengan ratusan pelaku usaha di kawasan wisata refugia, Magetan. Langkah ini menindaklanjuti aksi demonstrasi bagi-bagi telur gratis para peternak ayam petelur di Kawasan simpang empat Alun-Alun Magetan pada awal bulan Mei lalu.
Dengan tegas Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang menginstruksikan seluruh KSPPG untuk membeli telur langsung ke para peternak maupun koperasi. “Apabila nanti diketemukan ada mitra yang tidak membeli telur ke peternak atau koperasi maka akan kami suspend,” tegasnya.
Nanik menambahkan saat ini Pemerintah Tengah berupaya membangun kebijakan yang lebih kolaboratif antara SPPG dengan para pelaku ekonomi lokal sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan rantai pasok bahan pangan Makan Bergizi Gratis yang mendukung perekonomian warga setempat.
Untuk meningkatkan penghasilan para peternak telur ketika harga telur anjlok, Nanik mengimbau kepada SPPG untuk menggunakan telur. “Yang awalnya hanya satu sampai dua kali, maka ditingkatkan sampai 3-4 kali menggunakan telur sampai harga kembali stabil ditingkat peternak,” jelasnya.
Dapur MBG (SPPG) tampil lebih responsif dengan memprioritaskan belanja bahan baku kepada pelaku usaha terdekat di sekitarnya untuk membangun ekosistem perekonomian yang mensejahterakan secara berkelanjutan.
Fasilitasi sinergi ekonomi kerakyatan serupa telah dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional di berbagai tempat, sebelumnya di daerah Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat, upaya sinergu pusat dan daerah tersebut mendapat dukungan positif.
Termasuk di Magetan Pemerintah Kabupaten Magetan menyambut positif relevan dengan fenomena terjadinya surplus produksi dan lemahnya serapan pasar yang menyebabkan stok telur melimpah dan kondisi yang sama dapat terjadi terhadap produk pangan lainnya.
Maka pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bergandengan tangan mendukung usaha rakyat dan menjaga iklim dan stabilitas harga yang sehat serta mendukung produktivitas pertanian dan peternakan masyarakat yang lebih berkembang dan berdaya saing.
Adapun langkah strategis ini menandai fase kebijakan Program MBG yang mampu mendorong pertumbuhan baru tidak hanya dalam menyerap tenaga kerja atau relawan, namun mulai menunjukkan dampak terhadap pasar.
Badan Gizi Nasional 30 Mei 2026 mencatat jumlah relawan yang bertugas di SPPG telah mencapai 1,3 juta, dengan penerima manfaat berjumlah 62,78 juta dan total supplier berjumlah 146.817, diantaranya supplier dari UMKM berjumlah 61.834 dan koperasi berjumlah 13.514.
Anggaran Badan Gizi Nasional yang selama ini dinilai signifikan langsung masuk ke dapur produksi MBG dan diserap oleh usaha-usaha warga dan diolah untuk kesehatan Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita (3B) serta anak-anak didik dibangku sekolah tingakat Pendidikan usia dini hingga tingkat sekolah menegah atas.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Badan Gizi Nasional, Tengku Syahdana bahwa SPPG harus mampu memberdayakan warga masyarakat sekitar SPPG dengan minimal harus memiliki daftar belanja kepada 15 supplier lokal sehingga MBG benar-benar menjadi bagian dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton namun harus menjadi bagian ekosistem program Makan Bergizi Gratis. Imm








































