NGANJUK | duta.co – Di tengah kesibukan kunjungannya ke Kabupaten Ngawi, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur nomor urut satu, Emil Dardak, menyempatkan diri ziarah ke makam Kanjeng Jimat yang berlokasi di Jl. Masjid Al Mubarrok, Desa Kacangan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (10/03/18).

Ziarah tersebut dilakukan dalam rangka sambung doa untuk mengenang sejarah para pejuang. Selain itu, juga tentunya merupakan bentuk penghormatan dan meneladani perjuangan para pendahulu. “Iya sambung doa, mendoakan beliau sekaligus penghormatan sejarah para pejuang,” akunya saat ditanya.

Di tengah deretan makam para pejuang yang pernah menjabat sebagai bupati pertama Kabupaten Nganjuk tersebut, calon wakil gubernur nomor urut satu yang selalu diidentikkan dengan millennial ini didampingi penjaga makam yang begitu khusyuk memanjatkan doa.

Menurutnya, “Ziarah merupakan tradisi keluarganya yang hidup di kultur NU. Bukan hanya itu, ziarah bertujuan untuk silaturrahim mengenang keteladanan,” tutur Ketua Sekber Lingkar Wilis ini.

Sementara menurut Sutrisno, Penjaga Makam, mengatakan bahwa Kiai Kanjeng Jimat merupakan sosok alim ulama yang sangat dihormati. Selain itu, juga merupakan sosok pejuang perjalanan sejarah keberadaan Kabupaten Berbek yang kini di sebut Kabupaten Nganjuk. Sebab perjuangannya pada masa menjabat pemerintahan sebagai bupati, ia dapat menyelesaikan bangunan yang bercorak hinduistis bernama Masjid Yoni Al-Mubarok.

“Belau termasuk sosok orang sabar dalam berjuang, beliau juga sangat dihormati dan disegani. Serta termasuk cikal-bakal sejarah berdirinya Kabupaten Nganjuk” paparnya.

Sementara penilaianya terhadap sosok Emil Dardak. Kewibawaan yang ada pada diri Emil akan berpengaruh pada jiwa kebijaksanaan kepemimpinannya kelak. Apalagi di usia yang masih muda tentu semangatnya untuk mengabdi pada masyarakat luar biasa.

“Mas Emil bagi saya sangat berwibawa, dan termasuk pemimpin muda yang bijaksana”, tandasnya.


Usai ziarah, Emil nimbrung ke rumah warga untuk menikmati Duren Kepel yang tidak jauh di sekitar area makam dengan di dampingi istrinya, Arumi Bachsin. Pasangan penyuka Duren terbut disambut sejumlah warga dan para santri setempat. Seperti biasa kedatangan mereka berdua jadi magnet tersendiri dan banyak permintaan untuk berswa foto. (rls,zal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.