SURABAYA | duta.co – Gairah mempelajari perjuangan para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama kian besar. Hari ini, Selasa (24/1/23), sedikitnya 81 pelajar dengan 6 guru SMP Walisongo Gempol, Pasuruan, ingin melihat dari dekat, bagaimana perjuangan muassis NU tempo dulu. Mereka juga mengambil moment puncak Harlah 1 Abad NU.

“Ya! Belakangan ghirah (semangat) mempelajari sejarah NU kian besar. Terutama bagi anak-anak didik, pelajar sekolah. Tidak sedikit guru-guru yang mengajak siswa-siswinya dari  Madrasah Ibtidaiyah, SMP, Tsanawiyah sampai SMA atau Aliyah NU, berkunjung ke Museum NU. Semangat ini harus tertata dengan apik,” demikian Saifuddin SPd, petugas Museum NU kepada duta.co, Selasa (24/1/23).

Menurut Mas Udin, panggilan akrabnya, saat ini adalah moment tepat bagi kita untuk mengisi materi ke-NU-an kepada generasi muda NU. “Kita harus memberikan materi yang mudah mereka cerna. Di era digital ini, kita harus bisa menyuguhkan materi elektronik yang bagus dan mudah mereka pahami,” tegasnya.

Masih menurut Udin, setidaknya, ada dua pondosi harus tertaman kuat dalam benak generasi muda tentang NU. Mengapa bangsa Indonesia ini perlu NU? “Pertama, NU itu lahir untuk membangun semangat nasionalisme. Kedua, NU lahir untuk menjaga kebebasan bermahzab, menjaga akidah ahlussunnah wal-jamaah an-nahdliyah,” terangnya.

Raja Saudi Arabia

Ia juga menunjuk bagaimana kisah perjuangan para kiai menuju kemerdekaan RI. Para Kiai, pada saat itu, tidak hanya berkutat di pesantren, para suhada ini juga angkat senjata (pusaka) melawan penjajah, merebut kemerdekaan RI. “Itu bisa kita saksikan dengan kasat mata, bagaimana ibu-ibu Muslimat NU harus angkat senjata,” urainya.

Saifuddin juga menceritakan benda-benda kuno yang berhasil diselamatkan Museum NU. Termasuk bagaimana para kiai Indonesia melawan rencana pemberangusan makam Nabi Muhammad SAW di Madinah, Arab Saudi. Museum NU juga menyimpan surat balasan Raja Saudi Arabia, saat itu.

“Ini menjadi bahan edukasi (penting) bagi anak-anak kita. Ke depan mereka paham bagaimana perjuangan para kiai dalam merebut kemerdekaan republik ini. Dan bagaimana peran penting NU membebaskan bermahzab di tanah suci,” jelas Mas Udin, panggilan akrabnya sambil menunjuk surat (garansi) Raja Saud tentang praktek beribadah, bermahzab di tanah suci. (luth)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry