Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat mengunjungi Kebun Binatang Surabaya dan menyampaikan masukan pengembangan fasilitas serta wisata edukasi.

SURABAYA | duta.co – Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), mendorong pengembangan Kebun Binatang Surabaya (KBS) sebagai destinasi wisata keluarga yang terjangkau, nyaman, dan menarik bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya ke KBS, BHS menilai kebun binatang milik Pemerintah Kota Surabaya tersebut merupakan aset pariwisata yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. Menurutnya, KBS memiliki peran penting sebagai sarana rekreasi masyarakat, khususnya keluarga dan pelajar.

“Ini merupakan aset Surabaya dari sisi pariwisata yang harus betul-betul bisa dipertahankan dengan baik. Ini pariwisata murah, benar-benar untuk rakyat. Jadi, kalau bisa, harganya jangan dinaikkan lagi,” ujar BHS Senin,(26/10/2026)

Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), berfoto bersama Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan jajaran staf KBS usai kunjungan.

Ia bahkan mengusulkan agar Pemerintah Kota Surabaya mempertimbangkan dukungan subsidi apabila diperlukan, sehingga harga tiket tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

BHS juga mengapresiasi peningkatan jumlah kunjungan KBS yang menurutnya dapat mencapai sekitar 20 ribu orang per hari saat akhir pekan atau Minggu. Ia berharap potensi tersebut dapat dikembangkan dengan meningkatkan kunjungan pada hari kerja.

Salah satu upaya yang diusulkan adalah memperkuat kerja sama dengan sekolah-sekolah di Surabaya. Dengan jumlah sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas yang cukup besar, KBS dinilai berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi bagi para pelajar.

“Kalau sekolah-sekolah bisa bergantian mengajak anak didiknya berkunjung ke kebun binatang, jumlah pengunjung ini bisa meningkat. Tentu perlu ada suasana yang menyenangkan bagi mereka,” katanya.

Selain mendorong kunjungan pelajar, BHS meminta pengelola KBS memperhatikan kenyamanan pengunjung melalui penyediaan fasilitas pendukung yang memadai.

Menurutnya, KBS tidak cukup hanya mengandalkan koleksi satwa. Area bermain, tempat istirahat, serta pilihan kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri juga perlu ditambah seperti seni tari tradisional yang melibatkan sekolah-sekolah yang ada.

Ia menilai, pengalaman berwisata yang menyenangkan dapat menjadi alasan bagi masyarakat untuk kembali berkunjung ke KBS.

BHS turut menyoroti pentingnya dukungan pemerintah kota dalam melengkapi infrastruktur pariwisata. Ia juga mendorong keterhubungan transportasi publik dengan berbagai destinasi wisata di Surabaya, termasuk akses dari stasiun kereta api dan pelabuhan.

“Transportasi publik bisa dikaitkan dengan tempat-tempat pariwisata yang ada di Kota Surabaya, termasuk yang berhubungan dengan kereta api dan kapal laut. Dengan begitu, kunjungan ke kebun binatang diharapkan semakin ramai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, BHS juga menyinggung peluang kolaborasi dengan pihak luar negeri, termasuk Jepang, untuk mendukung pengembangan KBS. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan koleksi satwa, dengan tetap memperhatikan kebutuhan konservasi.

Ia berharap KBS terus berkembang sebagai tempat rekreasi sekaligus sarana edukasi dan pelestarian satwa bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan SDM Perumda Kebun Binatang Surabaya, Muhammad Nahroni, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan dan peluang kerja sama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan KBS.

Menurut Nahroni, berbagai saran yang disampaikan BHS akan menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola untuk menentukan program pengembangan sesuai skala prioritas.

“Kami bersikap terbuka untuk kerja sama dan menerima arahan maupun masukan. Tadi beliau sudah banyak memberikan masukan kepada kami. Insyaallah, masukan-masukan tersebut akan kami implementasikan sesuai dengan skala prioritas,” kata Nahroni.

Ia menegaskan, pengelola ingin KBS terus berkembang, berinovasi, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak eksternal. Langkah tersebut dinilai penting agar KBS mampu bertahan dan bersaing dengan lembaga konservasi maupun destinasi wisata lainnya.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk membahas sejumlah peluang pengembangan KBS, mulai dari keterjangkauan tiket, peningkatan fasilitas, penguatan wisata edukasi, hingga kerja sama dengan berbagai pihak.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi lintas sektor, KBS diharapkan dapat terus menjadi destinasi wisata keluarga yang terjangkau sekaligus memberikan manfaat edukasi dan konservasi bagi masyarakat Surabaya.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry