PROBOLINGGO | duta.co  – Setelah mengetahui data desa yang mengalami rawan kekeringan di Kabupaten Probolinggo, Kepala Diskominfo Tutug Edi Utomo langsung mengunjungi dua Sekolah Dasar (SD) di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto.

Saat mengunjungi SDN Sumberkare 2, Tutug yang merupakan mantan Kepala Dispendik diterima kepala sekolah dan jajaran guru. Tutug menanyakan apakah air bersih di sekolah tersedia, sebab ada siswa-siswi di sana yang merupakan generasi penerus bangsa. Sehingga mereka dipastikan harus menggunakan air bersih.

Setelah berdialog dengan kepala sekolah dan guru, Tutug mengecek langsung kamar mandi sekolah. Tutug melihat langsung bak air terisi sebanyak tiga perempat. Dipastikan, air bersih di sana cukup dan sesuai kebutuhan.
Siswa dan guru leluasa masuk keluar kamar mandi karena stok air bersih tersedia.

Setelah itu, Tutug mendatangi SDN Sumberkare 3 dengan tujuan sama, yakni mengecek ketersediaan air bersih. Hal yang sama juga dilakukan Tutug, blusukan ke kamar mandi sekolah. Syukur, air bersih juga memenuhi bak mandi.

Tak hanya menjumpai bak mandi berisi air bersih, Tutug juga melihat tanaman yang rindang. Tanaman itu tak akan tumbuh bila tidak disirami air yang cukup.

“Warga di RT 4 Desa Sumberkare menerima dropping air bersih dari Pemkab Probolinggo. SDN 2 dan 3 mendapatkan air bersih dari sumur bor. Jadi, sumur bor juga menjadi sumber air warga dan sekolah,” jelas Tutug, Rabu (11/10/2017).

Namun, lanjut Tutug, air dalam sumur bor harus disedot dengan mesin pompa diesel. Sekolah dan warga memberikan iuran untuk beli solar. Lalu, air sumur bor yang bersih mengalir ke sekolah dan rumah warga.

“Mereka iuran dengan sukarela untuk membeli solar. Intinya, dua sekolah sudah tercukupi kebutuhan air bersihnya,” tukasnya. (afa)

Tinggalkan Balasan