
SURABAYA | duta.co – Alhamdulillah, di tengah kesibukannya — safari dakwah di Indonesia — Ustadz Hajj Kyoichiro Sugimoto, PhD, muballigh ternama asal Jepang yang juga Pimpinan Chiba Islamic Cultural Center Jepang, menyempatkan mampir ke Gedung Museum NU (Nahdlatul Ulama) di kawasan Menanggal, Gayungan, Jl Gayungsari Timur 35, Surabaya.
“Kita patut apresiasi, karena di tengah kesibukannya, beliau masih menyempatkan melihat potret NU dari dekat. Kami juga berterimakasih kepada Sensie Sugimoto (panggilan akrab Kyoichiro Sugimoto, PhD) yang banyak memberikan motivasi dalam kujungan singkat itu,” demikian Prof Dr Muhammad Mukhrojin, pembina Yayasan Museum Aswaja (NU) Surabaya kepada duta.co, Minggu (11/7/26).
Di tengah kegiatan dakwahnya yang padat, Sensie Sugimoto, Minggu (5/7/26) sempat berkunnjung ke Museum NU yang (lokasinya) berdekatan dengan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Ia ditemani Ketua Lembaga Filantropi ‘Dompet Duafa’, Rizqi Al Adib. Ikut serta istri Sensie Sugimoto, Purwati asal Jawa Barat. “Kami paham betul bahwa jadwal safari dakwah Ustadz Hajj Kyoichiro Sugimoto, PhD atau Sensie Sugimoto di Indonesia, begitu padat. Karena itu kami juga diapresiasi teman-teman NU di Jepang atas kunjungan beliau,” tegas Gus Khozin, panggilan akrab Prof Dr Muhammad Mukhrojin.
Merawat benda-benda kuno seperti Museum NU, adalah sangat penting. Apalagi fikih NU yang dikenal dengan Islam rahmatan lilalamin, toleran, moderat dan teruji menjadi soko guru tegaknya kebangsaan di bumi Republik Indonesia, ini merupakan kunci sukses persatuan NKRI (Negara Kesantuan Republik Indonesia). “Kunjungan Sensie Sugimoto, menambah semangat pengelola Museum NU, bahwa, merawat peninggalan kiai-kiai NU, begitu juga menjaga visi-misi jamiyah Nahdlatul Ulama adalah hal urgen,” tegasnya.

Terimakasih Dompet Dhuafa
Seperti diketahui, safari dakwah Hajj Dr Kyoichiro Sugimoto, MA, PhD (Chairman of Chiba Islamic Cultural Center, Jepang) adalah hasil kolaborasi Dompet Dhuafa untuk menginisiasi program wakaf pembangunan Masjid Al-Muttaqin di kawasan Matsudo, Chiba, Jepang. Bersama Dompet Dhuafa, beliau mengadakan safari dakwah keliling Indonesia untuk menggalang dana umat.
Jum’at pagi (26/06/2026) kemarin menjadi momen penting, saat itu tim Dompet Dhuafa menyambut kehadiran Dr Kyoichiro Sugimoto, Ph., yang didampingi sang istri, di kawasan terpadu Zona Madina Dompet Dhuafa. Hari itu menjadi penanda hari pertama dimulainya rangkaian Safari Dakwah sang Da’i sekaligus Pendidik Islam asal Negeri Sakura yang dikenal dengan Sensei Sugimoto tersebut di Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung hingga hari ini, Ahad 12 Juli 2026.
Sensei Sugimoto bukanlah sosok baru dalam dunia dakwah. Lebih dari 10 tahun ia mendedikasikan hidupnya untuk syiar Islam di Jepang. Ia sangat terkesan dengan hijaunya tumbuh-tumbuhan tropis di yang berkembang dari pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf). Karuan Ketua Chiba Islamic Cultural Center & Japan Islamic Alliance sekaligus Penerjemah Al-Qur’an dalam Bahasa Jepang itu, dipenuhi rasa takjub. Di Zona Madina, ia menyaksikan langsung bagaimana dana Ziswaf yang dikelola oleh Dompet Dhuafa tidak hanya menjadi bantuan karitatif, melainkan menjelma menjadi sebuah ekosistem pemberdayaan yang mandiri dan mengembalikan martabat manusia.
Kawasan terpadu ini mengintegrasikan lima pilar utama yang berhasil membuat Sensei Sugimoto terkagum-kagum. Mulai dari Zona Madina (Dakwah), Kopi Masyarakat Berdaya/MADAYA, Rumah UMKM, dan Teras Madina (Ekonomi), Aula Latihan Silat Kampung Djampang (Sosial-Budaya), RS Rumah Sehat Terpadu (Kesehatan), dan Kampus STIM Budi Bakti juga Sekolah SMART Ekselensia Indonesia (Pendidikan).
“Saya kagum dan sangat terinspirasi melihat bagaimana dana umat (Ziswaf) bisa dikelola sedemikian rupa, mengintegrasikan semua aspek kehidupan mulai dari ibadah, kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan. Ini adalah jalur dakwah yang sangat menarik dan menyentuh banyak hal,” ujar Sensei Sugimoto di sela-sela kunjungannya. (bersambung)





































