Jessica Yamada selaku Pemilik Catering Sehat Dapurfit (kanan) saat berbagai pengalaman dengan para pebisnis mitra Grab di Surabaya, Kamis (5/12). DUTA/endang

SURABAYA l duta.co – Testimoni konsumen ternyata penting untuk dikumpulkan dan dipublikasikan. Kerena dari testimoni itu, bisa menambah jumlah konsumen baru terutama hal-hal yang positif.

Hal tersebut diungkapkan Jessica Yamada selaku pemilik Catering Sehat Dapurfit ketika berbagi pengalaman dengan para mitra Grab di Surabaya, Kamis (5/12). Dikatakan Jessica, testimoni konsumen di era digital sangat dibutuhkan.

 “Karena orang mau beli sebuah barang atau makanan dari online shop pasti yang dibuka duluan adalah testimoni konsumen yang sudah merasakannya terlebih dulu,” ujar Jessica.

Namun testimoni yang harus dikumpulkan kata Jessica haruslah yang positif terhadap produk yang dijual. “Kalau kita yang ngoceh dipikir membual, tapi kalau konsumen yang komen positif tentunya lebih fair,” tandasnya.

Jessica yang mengelola Catering Sehat Dapurfit sejak 2012 lalu itu, selalu memosting komen-komen positif tentang menu-menu yang ada di tempat usahanya itu. Hingga akhirnya dia bisa memproduksi 600 boks menu katering setiap hari yang diantar ke setiap pelosok Kota Jakarta.

“Tapi selain itu, tentunya variasi rasa harus diutamakan. Dan juga ketepatan pengiriman. Serta kondisi barang yang masih bagus ketika sampai ke konsumen. Itu tentunya harus didukung pengiriman yang bagus,” tukasnya.

Grab sengaja mengumpulkan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mitra Grab untuk berbagi pengalaman. Juga untuk memberikan pelatihan bagi para pelaku UMKM itu.

Selain itu, Grab juga ingin memperkenalkan layanan GrabExpress dengan lima fitur baru yang diharapkan dapat membantu mendorong bisnis wirausahawan mikro di Jawa Timur, khususnya Surabaya, supaya bisa berjalan dengan cepat, aman dan mudah.

“Hal ini sejalan dengan komitmen 2025 ‘GrabforGood’ untuk memastikan setiap orang dapat menikmati manfaat penuh dari ekonomi digital,” Tyas Widyastuti, Head of GrabExpress, Grab Indonesia.

Berdasarkan Laporan Kinerja Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur 2018, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur di kisaran 57,52 persen, dari total 12,1 juta unit UMKM. Adapun PDRB Jawa Timur 2018 menurut perhitungan BPS adalah Rp 2.189,78 triliun .

Artinya peran UMKM terhadap PDRB kian signifikan. Namun, disisi lain, usaha jenis ini juga memiliki keterbatasan yang perlu jadi perhatian.

Analisis Sensus Ekonomi 2016-Lanjutan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik, mencatat bahwa salah satu keterbatasannya adalah soal keterampilan dan pengetahuan sumber daya manusia, serta minimnya akses teknologi .

Program ini diharapkan bisa jadi salah satu sarana untuk mengatasi keterbatasan tersebut, terlebih dengan adanya pelatihan pemasaran digital dan fotografi yang memang diperlukan untuk menghadapi tuntutan Revolusi Industri 4.0.

“Ini membuat kami menghadirkan acara #TambahSukses dengan GrabExpress di Surabaya. Harapan kami kombinasi antara kompetensi dan dukungan teknologi Grab, bisa memberikan dampak besar pada perekonomian Surabaya, juga tingkat provinsi dan nasional, sejalan dengan komitmen GrabforGood kami,” jelasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry