Occupational and Process Safety Manager PT Petrokimia Gresik, Ir. Rully Eko Ardianto, S.T., seorang ahli K3 berbagi pengalaman di dunia industri kepada mahasiswa Unusa, Jumat (5/12/2025). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Memiliki dan taat pada pedoman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah kunci sebuah perusahaan profesional.

Memiliki kepribadian yang patuh, dalam arti patuh pada setiap peraturan adalah sifat yang perlu dipegang teguh oleh setiap ahli K3. Lantaran pekerjaan mereka yang menyangkut keamanan dan keselamatan setiap pekerjaan suatu perusahaan.

Karena itu Program Studi D-IV K3 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengajak Occupational and Process Safety Manager PT Petrokimia Gresik, Ir. Rully Eko Ardianto, S.T., seorang ahli K3 untuk berbagi pengalaman di dunia industri  kepada mahasiswa, Jumat (5/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Rully, fokus menjelaskan bagaimana integrasi Safety Instrumented System dengan inovasi otomasi di industri pupuk PT Petrokimia Gresik. Rylly menceritakan tentang tragedi Kanjuruhan ada hal yang terlewatkan dimana emergency exit yang seharusnya terbuka dengan didorong keluar. “Kanjuruhan, exitnya tidak bisa didorong,” ujarnya.

Dikatakannya seharusnya jumlah emergency exit dalam sebuah gedung setidaknya memerlukan dua, bisa lebih dari itu seiring dengan jumlah kapasitas gedung. Rully juga menambahkan bahwa safety induction menjadi sebuah cerminan dari sebuah sistem yang baik.

Menurutnya dalam mebangun pola pikir yang safety tidak bisa flip atau 180 derajat, hal itu harus berlangsung secara berlanjut. Pasalnya kita berbicara soal budaya, yang mana harus dibangun perlahan. “Safety juga berkembang dalam dua hal, yaitu manusia dan teknologi,” imbuhnya.

Produksi tidak hanya dituntut untuk efisien dan otomatis, tetapi juga aman, handal dan berkelanjutan. Automation, sensor technology hingga penerapan SIS menjadi komponen penting dalam pencegahan kegagalan proses, mengurangi resiko kecelakaan, dan mendukung keberlanjutan operasional industri. “Saya  takjub dengan  Unusa yang menerapkan Industrial hygiene dan housekeeping yang baik,” katanya.

Sementara itu Wakil Rektor III Unusa, Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., DVM., menambahkan bahwa keamanan dalam sebuah industri adalah mutlak dan harus dijamin dalam proses produksi.Para pekerja industri bisa merasa safe and secure, bukan hanya keselamatan individual tapi juga ekosistem yang nyaman. ril/hms

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry