TRENGGALEK | duta.co — Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir sukses menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu–Minggu (Perjusami) pada 1–3 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh santri putra dan putri tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter dan kepemimpinan santri di lingkungan pesantren.

Selama tiga hari, para santri mengikuti berbagai agenda pembinaan, mulai dari lomba baris-berbaris, cerdas cermat, debat ilmiah, hiking, hingga kegiatan kebersamaan dan kedisiplinan yang dikemas dalam nuansa kepramukaan.

Kegiatan ditutup dengan Upacara Api Unggun Gembira yang berlangsung khidmat dan penuh semangat. Upacara tersebut dibina langsung oleh Camat Karangan, Kabupaten Trenggalek, Mohammad Jafar Said, S.Sos., M.Si.

Dalam amanatnya, kegiatan kepramukaan bukan sekadar aktivitas seremonial, namun menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, seorang pramuka sejatinya adalah pemuda yang mewarisi empat sifat Rasulullah SAW, yaitu shiddiq, tabligh, amanah, dan fathonah. Nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam Dasa Dharma Pramuka yang selama ini menjadi pedoman dalam pendidikan kepramukaan.

 

“Di dalam pramuka ada Dasa Dharma, dan seluruh nilainya sangat selaras dengan sifat Rasulullah. Maka melalui pramuka, kalian harus menjadi pemuda yang berkarakter, jujur, bertanggung jawab, cerdas, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan,” pesannya di hadapan seluruh peserta perkemahan.

Ia juga mengapresiasi semangat dan antusiasme para santri selama kegiatan berlangsung. Meski demikian, beberapa catatan evaluasi tetap disampaikan sebagai bentuk pembinaan agar pelaksanaan kegiatan di tahun mendatang dapat berjalan lebih tertib, maksimal, dan profesional.

“Kegiatannya sudah bagus dan sangat positif. Tinggal beberapa evaluasi kecil agar tahun depan bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Menurut Santri Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir, Putri, perkemahan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena merupakan perkemahan perdana selama tiga hari di pondok.

“Kami belajar membagi waktu untuk latihan, mendirikan tenda, dan menyukseskan acara bersama,” tuturnya.

Meski lelah, semangat para santri yang rela mengorbankan waktu dan ego demi kelompok membuat kegiatan ini terasa menyenangkan. “Rasa capek terbayar dengan kebahagiaan karena acara berjalan sukses dan bisa membanggakan panitia maupun para ustaz yang telah membimbing kami,” imbuh Putri.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir berharap para santri tidak hanya tumbuh kuat dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kebersamaan, kedisiplinan, serta kesiapan menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berkarakter. (*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry