
PASURUAN | duta.co – Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan mengambil langkah proaktif dalam membentengi generasi muda dari ancaman pergaulan bebas melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah yang menyasar para pelajar di wilayah kerjanya.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMKN 1 Rembang Pasuruan pada Rabu (4/3/2026) pukul 09.00–10.30 WIB tersebut merupakan bagian dari program unggulan The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat), sebuah inisiatif transformasi layanan KUA yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Program The Most KUA dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Jawa Timur dengan memadukan skema hybrid, yakni tatap muka dan daring.
Agenda pembinaan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pembinaan moral sejak dini sebagai langkah strategis menekan angka pernikahan usia anak.
“Pembinaan ini krusial untuk mencegah pernikahan dini sekaligus membangun generasi yang berkualitas menuju keluarga yang sakinah di masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala KUA Rembang, Moch. Irjik, menegaskan pentingnya kesiapan mental dan spiritual remaja di tengah pesatnya arus modernisasi dan informasi digital.
Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital harus diimbangi dengan fondasi agama yang kuat agar remaja tidak mudah terpengaruh hal negatif.
“Pembinaan remaja merupakan syarat mutlak untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kuat di era digital ini,” ujarnya.
Bekal Penting bagi Remaja
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan berbagai materi penting yang relevan dengan usia mereka, mulai dari pemahaman masa pubertas, penguatan karakter diri, perencanaan masa depan, hingga edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Hadir sebagai narasumber utama, Rahmad Salahuddin, mengingatkan para pelajar agar lebih waspada terhadap pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
“Remaja harus mampu menjaga diri. Lingkungan yang toksik bisa memicu kenakalan remaja yang pada akhirnya merusak pola pikir dan perilaku kalian di tengah masyarakat,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, KUA Rembang bersama jajaran penghulu dan penyuluh Agama Islam menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis dalam membina ketahanan keluarga serta membentuk generasi muda yang berkarakter.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih berkualitas di masa mendatang. (Puj)




































