Mahasiswa PPL Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya saat menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) di MA Al-Munawwaroh Kembangbahu. (FT/Ardi)

LAMONGAN | duta.co – Penyuluh Agama Islam KUA Kembangbahu berkolaborasi dengan mahasiswa PPL Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) di MA Al-Munawwaroh Kembangbahu, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi para remaja mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan, sekaligus sebagai upaya mencegah perkawinan anak dan memperkuat ketahanan keluarga.

Kepala KUA Kembangbahu Drs. Kono, M.Ag., mengatakan BRUS dan BRUN merupakan program Kementerian Agama yang bertujuan memberikan bekal kepada generasi muda agar memiliki kesiapan secara fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual sebelum membangun rumah tangga.

“Tujuan utama kegiatan ini yakni untuk mencegah perkawinan anak dan pernikahan di bawah umur. Memberikan pemahaman kesehatan reproduksi sejak dini, menyiapkan mental dan ilmu agama untuk kehidupan keluarga masa depan, serta membentuk remaja sebagai agen perubahan yang positif,” ujar Kono.

Ia menjelaskan, BRUS menyasar remaja usia sekolah, seperti siswa SMA, SMK, maupun madrasah. Materi pembinaan meliputi penguatan karakter, moral dan spiritual, pencegahan pergaulan bebas, serta edukasi mengenai risiko pernikahan dini.

Sementara BRUN ditujukan bagi remaja usia nikah, khususnya mereka yang mendekati atau memasuki usia siap menikah. Pembinaan difokuskan pada kesiapan fisik, mental, emosional, sosial, serta pemahaman agama sebagai bekal membangun keluarga yang sakinah.

Koordinator Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kembangbahu, Anwar, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk pelayanan Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan keluarga sakinah sejak usia dini.

“Program BRUS dan BRUN ini sangat penting dalam memberikan bekal ilmu dan pemahaman kepada para remaja, agar mereka siap dalam membangun rumah tangga yang harmonis, sehat, dan berkualitas,” ungkap Anwar.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya penting bagi remaja, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua. Keluarga memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman mengenai kesiapan mental, fisik, dan pengetahuan sebelum anak memasuki jenjang pernikahan.

Kepala MA Al-Munawwaroh Kembangbahu, Shohibul Ma’arif, S.Pd., menambahkan bahwa generasi muda perlu dipersiapkan secara matang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Remaja usia sekolah dan usia nikah perlu memahami pentingnya menunda perkawinan untuk mempersiapkan diri lebih dahulu dengan menuntaskan pendidikan. Ini sekaligus untuk penguatan ketahanan keluarga,” ucapnya.

Sementara itu, mahasiswa PPL UINSA Surabaya Muhammad Rizky Mubarok mengapresiasi kolaborasi dengan Penyuluh Agama Islam KUA Kembangbahu dalam pelaksanaan BRUS dan BRUN.

“Kami sangat berterima kasih bisa berkolaborasi dengan Penyuluh Agama Islam dalam program BRUS dan BRUN ini. Tidak cuma teori, tapi edukasi seru soal pergaulan sehat, kesehatan reproduksi, sampai kesiapan diri biar tidak salah langkah di masa depan,” tutur Rizky didampingi Hanin Okta Nufus Mayawanda dan Aisya Adhila Hania Haq.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat program BRUS dan BRUN secara lebih masif di wilayah Lamongan. Edukasi sejak dini dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang matang secara pendidikan, mental, spiritual, dan sosial sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. (ard)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry