Tampak Anwar Sadat sedang memaparkan pentingnya peran LBM NU menghadapi dan menyikapi tahun politik. (FT/IST)

PASURUAN | duta.co – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Kota Surabaya menggelar  Rapat Kerja LBM PCNU Kota Surabaya, 1 September 2018, di Balai Diklat Telkom Ledug Prigen Pasuruan. Hadir dalam acara itu, Anwar Sadat, Penasihat LBM PCNU Kota Surabaya yang notabene politisi Partai Gerindra Jawa Timur.

Ketua Dewan Pakar Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) ini, mengkritisi Lembaga Bahtsul Masail NU yang tampak ‘loyo’ dalam mengkaji dan menguji perihal agama dan kekuasaan.

“Saya melihat sekarang ini Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama memiliki peran vital untuk menguji klaim-klaim politik terkait agama. LBM NU harus mampu menguji apakah klaim agama oleh pihak tertentu dapat dibenarkan secara fikih,” demikian disampaikan Anwar Sadat yang juga anggota DPRD Jawa Timur ini.

Menurut Cak Sadat, panggilan akrabnya, belakangan agama sudah menjadi alat politik. Banyak pihak kini mengklaim bahwa tindakannya atas dasar agama, mengatasnamakan agama, atau atas nama para kiai sepuh, ulama. “Apalagi sekarang, di tahun politik ini paling marak klaim agama untuk kepentingan politik. LBM NU tidak boleh diam, seharusnya berperan aktif untuk meluruskan yang bengkok-bengkok itu,” tegasnya.

Tidak Asal Dapat Kekuasaan

Masih menurut Cak Sadat, cara mengujinya tidak sulit, tinggal memastikan apakah target dan tujuan politik selaras dengan doktrin dalam fiqh al-siyasah (fikih politik). “Karena dalam doktrin fikih politik dalam literatur fikih yang mu’tabar  (kredibel) sudah dijelaskan, bahwa, kekuasaan diorientasikan untuk melanjutkan misi kenabian dalam rangka menjaga agama (hirasat al-din) dan mengatur urusan dunia (siyāsat al-dunya),” tegasnya.

Dengan doktrin tersebut, tambahnya, akan menjadi jelas, bahwa, klaim agama dalam politik memang dapat dibenarkan. Tetapi, bagaimana cara itu dilakukan, bagaimana berpolitik tetapi tidak meninggalkan nilai-nilai agama. Dan benar-benar untuk kepentingan umat. Ini juga dapat menghindari politisasi agama yang tensinya makin naik beberapa tahun terakhir. Dengan cara seperti itu, melalui LBM NU umat tercerahkan.

“Tradisi bahtsul masail yang sudah mengakar di tubuh NU bisa menjadi media efektif untuk menangkal upaya pendangkalan akidah ahlussunnah wal jamaah, karena esensinya, membentengi akidah umat adalah alasan utama para kiai NU mendirikan jamiyah NU tahun 1926. Jadi, tidak asal dapat kekuasaan,” jelas alumni PP Sidogiri ini. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.