SURABAYA | duta.co – Komentar Wakil Bupati Sidoarjo Subandi yang menginginkan pengisian jabatan mulai dari camat hingga Kepala OPD di Pemkab Sidoarjo akan diisi oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU) menuai kritik.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga Dr Suko Widodo mengungkapkan, narasi yang dibangun Subandi sebagai pejabat publik tidak etis. Hal itu justru akan membuat suasana di Sidoarjo menjadi gaduh dan tidak nyaman. Terlebih dalam membangun harmonisasi antar kelompok masyarakat.

“Menjadi wakil bupati harus hati-hati memberikan informasi. Pastikan niatan yang baik, program yang bagus tersampaikan ke masyarakat dengan kemasan yang baik juga. Karena komunikasi itu ada etikanya,” ujar Suko Widodo, Selasa (9/3/2021).

Sebagai wakil bupati harus mengedepankan kepentingan publik tanpa membedakan suku, agama, atau kelompok tertentu. Termasuk dalam mengambil kebijakan untuk karir ASN. “Jangan sampai ASN yang bukan termasuk golongannya Pak Bandi kemudian terdiskriminasikan. Setiap ASN berhak mengembangkan karirnya sesuai kompetensi dan kinerjanya,” tegas Suko.

Suko menegaskan, komunikasi semacam itu jangan terulang lagi. Sebab, pasangan Muhdlor dan Subandi membutuhkan sebanyak mungkin sinergi dan kolaborasi dari masyarakat Sidoarjo.

“Gus Muhdlor pasti malu mendengar wakilnya bicara seperti itu. Para kyai, pimpinan NU juga tidak akan setuju dengan gaya bicara yang cenderung memecah belah kelompok masyarakat di sidoarjo,” pungkas Suko.

Sebelumnya tersebar video yang berisi statemen Wakil Bupati Sidoarjo Subandi yang menginginkan pejabat dari camat hingga Kepala OPD di Pemkab Sidoarjo diisi kalangan NU.

Pernyataan itu tersebar melalu video yang diunggah melalui sebuah chanel youtube. Dalam tayangan tersebut, Subandi membeberkan sejumlah keinginannya untuk Sidoarjo. Di antaranya iala mendorong kader-kader NU untuk menjadi jajaran pejabat nomor satu di Pemkab Sidoarjo. Hal itu karena NU dinilai memiliki peran yang tinggi di Sidoarjo dan sudah 20 tahun kabupaten tersebut dipimpin oleh kader NU.

“Maka kita tidak salah menyampaikan itu. Mana orang-orang kita yang berorganisasi NU dan orang NU yang bisa dijadikan camat. Kan sekarang bisa dilihat, camat kita yang tidak NU berapa? Camat yang mau ngopeni NU berapa?” ujar Subandi dalam video tersebut. zal

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry