SURABAYA | duta.co – Kritik bertubi-tubi Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Jokowi, diyakini bisa menggembosi pendukung pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Kiai Ma’ruf. Setidaknya semakin menegaskan bahwa mantan ketua umum DPP Golkar itu mulai berpaling dari Jokowi.

“Kritik Pak JK ini menyadarkan kita untuk memilih Capres-Cawapres yang benar. Sebagai pemilih kita diingatkan betapa pentingnya menyelamatkan Indonesia ke depan. Pak JK sendiri pernah bilang, kalau Pak Jokowi jadi presiden maka akan hancur negara ini. Ini bukti betapa serius masalah yang melilit bangsa ini,” tegas Hendro T Subiyantoro, mantan pengurus GP Ansor Jatim kepada duta.co, Sabtu (26/1/2019).

Terbaru, JK juga komentar soal kritik pembelian sabun cuci senilai total Rp 2 miliar oleh Jokowi untuk kewirausahaan Program Keluarga Harapan (PKH). Menurut JK, kritik sangat diperlukan dalam tahun politik seperti ini.

“Apalagi sebagai Wapres, Pak JK paham betul apa yang terjadi dengan keuangan pemerintah. Kritiknya soal proyek light rail transit (LRT) Jabodebek yang kelewat mahal, Rp 500 miliar per kilometer, mestinya menjadi kajian bersama. Ini duit rakyat, harus ada pertanggungjawaban,” jelas Hendro.

JK Jangan Diam Saja

Hal yang sama disampaikan Ketua Umum Relawan Nasional Prabowo-Sandiaga, Eggi Sudjana. “Sebelum jadi Wapres, Pak JK bilang kalau negeri ini dipimpin Jokowi pasti hancur. Semua orang tahu itu. Terus kenapa dia mau jadi Wapres coba?” kata Eggi, Jumat (25/1).

Selain itu, kata dia, peran JK selama menjadi Wapres Jokowi berbeda jauh bila dibandingkan saat menjadi Wapresnya SBY. “Kalau sekarang seperti ban serep saja dia, nggak ada daya apa-apa,” ucap Eggi.

Yang membuat Eggi penasaran justru kenapa JK mengkritisi proyek pembangunan infrastruktur LRT senilai Rp 500 miliar per kilometer padahal dirinya adalah bagian dari pemerntah.

Eggi juga menyorot sikap JK yang mempersoalkan pembelian 100 ribu botol sabun cuci atau senilai total Rp 2 miliar saat meninjau pameran giat kewirausahaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, belum lama ini. JK mempertanyakan uang yang digunakan oleh Jokowi untuk membeli sabun tersebut.

“Pertanyaannya dia (JK) kan masih resmi Wapres, kenapa cicing wae (diam saja). Harusnya kan datangin Jokowi, protes langsung ke Jokowi. Bilang ‘Eh kau jangan begitu kau. Kau mestinya cuti, cuti waktu kampanye. Nggak boleh nggak cuti. Aku yang Presiden sekarang, kan aku Wapres. Lah dia cicing wae. Ya beginilah negeri kita,” sesal Eggi.

Sementara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf merasa perlu memberikan teguran kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai TKN harus segera menegur JK. Apalagi JK menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah TKN.

“Saya kira perlu, mungkin teguran tertutup, misalnya dalam rapat dewan pengarah,” kata Karyono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/1).

Teguran atau peringatan tersebut, kata Karyono, diperlukan agar adanya ketertiban dalam tubuh TKN. “Termasuk meminimalisir conflict of interest,” tutupnya. (mky,rmol)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry