Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat melantik 494 ASN di lingkungan Kabupaten Pasuruan di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Senin (19/8/2019) pagi. (DUTA.CO/Raffael)

PASURUAN | duta.co – Kekosongan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, sehingga Kepsek yang dugaan bermasalahpun tetap diangkat dan dimutasikan ke tempat yang baru. Bahkan mutasi yang dilakukan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan, membuat sejumlah guru meradang.

Pasalnya, dari keberatan para guru tersebut menyusul bahwa Kepsek berinisial Eng, mantan Kepsek SDN Warungdowo, diduga bermasalah keuangan, hingga banyak anak buahnya jadi korban ‘pinjam nama’ hutang di koperasi. “Kami sangat keberatan dengan kepala sekolah yang baru, imbasnya ke sekolah,” kata seorang guru yang enggan disebut namannya, Senin (19/8/2019).

Bahkan, dengan keberadaan Kepsek yang baru ini, dikhawatirkan akan mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan SDN Pleret 2, yang notanabene masih minim murid ini. Kalangan guru tersebut menyesalkan karena selama ini sudah bermasalah, kok masih diberikan kepercayaan dimutasikan sebagai Kepsek di SDN Pleret 2.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi mengatakan bahwa penunjukan kepsek di pos barunya sesuai kewenangan dari badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan pemerintah kabupaten pasuruan. “Kami tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan mutasi,” papar dia, saat dihubungi melalui ponselnya.

Sementara itu, Kepala BKPPD Kabupaten Pasuruan, Henis Widiyanto menegaskan, soal mutasi kepala sekolah yang katanya bermasalah itu, pihaknya tak mengetahui secara jelas tentang kinerja Kepsek bermasalah tersebut selama ini. “Kami di sini tugasnya hanya menerima usulan dari dinas pendidikan. Tentunya tanpa ada usulan kami tak bisa memutasikannya,” ucap Henis. (raf)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry