INVESTASI SYARIAH: Stan Koperasi Syariah Mitra Masyarakat di NU Expo 2016, Jatim Expo Jl A Yani Surabaya, Kamis (22/12), yang menawarkan investasi kavling tanah dengan pohon pinang.|Duta/nafis

INVESTASI SYARIAH: Stan Koperasi Syariah Mitra Masyarakat di NU Expo 2016, Jatim Expo Jl A Yani Surabaya, Kamis (22/12), yang menawarkan investasi kavling tanah dengan pohon pinang.|Duta/nafis

SURABAYA-Ada beberapa usaha unik di NU Expo 2016 Jatim Expo Jl A Yani Surabaya yang berlangsung hingga Sabtu (24/12) besok. Salah satunya stan milik Koperasi Syariah Mitra Masyarakat. Di stan ini mereka menawarkan kredit investasi kavling tanah dengan pohon pinang.

Belum ada di Jawa, kredit investasi ini hanya ada di Pontianak. Demikian disampaikan oleh M Hasin, kepala Unit Pelayanan Koperasi Syariah Mitra Masyarakat Cabang Siantan yang menjada stan tersebut, kepada Duta, Kamis (22/12).

Di stan ini sudah disediakan naskah perjanjian jual beli murabahah berikut persyaratan persyaratannya. Ada embilan pasal yang mengatur perjanjian jual beli di dalamnya.

Tanah kavling yang dijual ini berada di Dusun Madani, Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak. Satu kavling tanah berukuran berukuran lebar 10 meter dan panjang 20 meter.

Harga tiap kavling adalah Rp 15 juta. Sebab, yang digunakan adalah akad murabahah pembayaran tak langsung diberikan di awal, uang muka yang dibutuhkan adalah Rp1 juta. Setelah itu setiap bulannya ada setoran senilai Rp240.000 yang harus dibayarkan 60 kali angsuran.

Selama masa pengangsuran yaitu lima tahun, tanah akan ditanami dengan pohon pinang. Sebanyak 25 pinang yang nantinya akan ditanam di sana. Setelah lima tahun selesai dan pembayaran lunas, maka sertifikat tanah akan diberikan dan pohon pinang siap dipanen.

Setelah itu terserah pembeli, mau mendirikan bangunan di lahan itu atau tetap dibiarkan sebagai kavling untuk tanaman pinang. Sebenarnya pohon lain bisa ditanam, namun pohon pinang yang dipilih. Menurut Hasin, ini karena pohon pinang perawatannya mudah dan akhirnya bisa menghasilkan keuntungan. Selain itu, buah pinang di Kalimantan merupakan komoditas ekspor yang menarik. Buah pinang merupakan bahan obat-obatan dan kosmetik.

“Keuntungan yang bisa didapatkan dari menanam pohon pinang di tanah kavling ini akan dibagi dengan pembeli tanah. Dalam satu tahun kira-kira Rp6 juta yang bisa didapat (lima tahun sekitar Rp30 juta). Jadi selain kredit, di sini juga ada investasinya,” terang M Hasin.

Masih menurut Hasin, untuk perawatan tanaman pinang, tidak ada angsuran lain yang perlu dibayarkan. Semua sudah ter-cover dalam angsuran yang diberikan pembeli.

Usaha jual beli tanah kavling secara kredit yang juga bernilai investasi ini sudah ada sejak tahun 2011. Para aktivis mahasiswa yang dipimpin oleh Abdul Hamid SE awalnya yang  mendirikan koperasi ini. Sekarang Abdul Hamid tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan koperasi yang masih terus berjalan di Pontianak.

Awalnya, koperasi ini bergerak dalam bidang simpan pinjam seperti koperasi pada umumnya. “Selanjutnya semakin berkembang dengan variasi-vasriasi baru, seperti kredit investasi ini,” jelas Hasin.

Sama halnya dengan usaha yang lain dalam bidang perkreditan, kredit macet sering dialami oleh koperasi ini. Ketika mengalami kredit macet mau tidak mau pembeli harus ditemui langsung dan ditagih.

“Biasanya kalau dalam hal tagih-menagih, mahasiswa magang yang melakukan. Dengan begitu beberapa angsuran lancar kembali, tapi masih ada juga yang susah menagihnya,” ungkap Hasin.

Ia sendiri sudah masuk di koperasi ini dan bergelut dalam jual-beli tanah kavling yang akhirnya ditanami pohon pinang dua tahun. Selama itu dalam satu tahun kurang lebih ada 20 orang yang melakukan transaksi.

Pembelinya sampai saat ini kebanyakan masih dari Pontianak. Di luar itu masih sedikit. Ia berharap dengan membuka stand di Expo NU 2016 di Surabaya, ada pembeli juga dari luar Pulau Kalimantan.

NU Expo 2016 diikuti 180 stan pengusaha swasta, lembaga perbankan, BUMN, dan pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Ini merupakan  agenda untuk mempertemukan jaringan pengusaha nasional dengan pelaku usaha rakyat. naf

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan