SENI : Danang saat mengerjakan miniatur borongan (Ahmad Mafruchi / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Selepas meninggalkan bangku sekolah tepatnya di SMAN 1 Grogol Kabupaten Kediri, Danang Wahyu Saputro, warga Dusun Jabon Tengah, RT. 01 RW.03 Desa Jabon Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.

Memutuskan membuka usaha di rumah, atas ketrampilan yang dimilikinya di bidang seni. Tidak terhitung berapa banyak karya seni telah terjual selama ini, mulai dari miniatur celengan hingga barongan dijadikan gantungan kunci.

Ditemui di rumahnya, Danang terlihat menyambut penuh semangat dan setelah terjalin obrolan, dia pun menunjukkan sejumlah karya yang telah selesai dan hendak dijual. Selama ini, dirinya mengaku kewalahan pesanan terutama miniatur barongan yang dijual dengan harga bervariatif.

“Usaha ini saya rintis mulai tahun 2018 saat kelas dua SMA. Yang pertama itu saya membuat miniatur barongan itu hanya gambaran saja. Bahan talang saya gambar saja itu kok laku, kemudian saya terinspirasi membuatnya dengan bahan kayu. Apalagi di sekitar saya bahan baku ini banyak berserakan,” ungkapnya.

Modal keberanian dan percaya diri inilah yang kini membawa berkah buat Danang, apalagi dia tidak tega melihat sang kakek yang setiap hari mencari kayu untuk memasak di dapur. Dari sisa kayu bakar inilah kemudian terpikir untuk diolah agar menjadi lapangan kerja yang menghasilkan uang.

“Pertama saya buat itu hasilnya jelek dan terkesan kurang menarik. Akhirnya saya mendapat inspirasi dari melihat youtube. Cara membuatnya ditampilkan tutorial dari anak Tulungagung. Setelah saya perhatikan detailnya, terus mencoba membuat akhirnya berhasil membuat miniatur barongan,” imbuhnya.

Danang pun mengakui salah satu sarana efektif dipergunakan untuk promosi produknya, melalui akun media sosial yaitu facebook. “Bila rata-rata ada yang jual hingga mencapai 200 ribu, maka saya menjualnya kisaran 30 ribu hingga 50 ribu. Selain itu, saya juga kasihan melihat anak-anak kecil yang ingin miniatur tetapi orang tuanya tidak cukup punya uang untuk membeli,” ujarnya.

Selain itu, tanpa rasa malu setiap ada pasar malam atau hiburan rakyat, dirinya selalu menitipkan dagangannya kepada sejumlah pedagang mainan anak-anak. “Itupun tidak semua acara pasar malam, karena proses pembuatan bisa hingga dua hari. Bila pas kelebihan stok, maka saya titipkan,” jelasnya. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry