
TRENGGALEK | duta.co — Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir sukses menggelar Arena Gembira pada Sabtu (30/8) di Desa Jati, Karangan, Kabupaten Trenggalek. Acara yang bertajuk “Sungai Kehidupan, Sumber Kebermanfaatan” ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT Republik Indonesia ke-80, dengan menjadikan santri insan yang bermanfaat bagi sesama sebagaimana semangat para pahlawan kemerdekaan.
Frasa “Sungai Kehidupan, Sumber Kebermanfaatan” secara filosofis mengacu pada sesuatu yang mengalir dan memberikan kehidupan serta manfaat bagi yang dilaluinya. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai adalah membentuk santri menjadi pribadi yang dapat memberikan kontribusi dan manfaat positif kepada orang lain di sekitarnya, sesuai dengan semangat yang juga digaungkan oleh para pimpinan pesantren tentang kepemimpinan dan akhlak.
Ketua Yayasan Hasan Munahir, H Tamsir SPd, menekankan bahwa Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir insyaaAllah, memberikan garansi kepada para wali santri. “Anak-anak yang mondok di sini tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi kualitasnya berada setingkat lebih tinggi dibanding sekolah di luar. Tingkat apa itu? Tingkat kepemimpinan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa santri tidak hanya diajari pintar, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang siap memimpin dengan akhlak dan tanggung jawab.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir, Triono Nugroho MH, menyatakan rasa bangganya atas berbagai kreativitas yang ditunjukkan para santri pada pagelaran Arena Gembira ini.
“Mari kita bersama-sama bersyukur, sekaligus membanggakan karya anak-anak kita. Di luar sana, banyak remaja seusia 12, 14, atau 15 tahun yang waktunya habis dengan handphone, motor, bahkan sibuk dengan pergaulan yang tidak bermanfaat. Tapi lihatlah santri kita, mereka sudah mampu melahirkan karya besar, menyelenggarakan acara sebesar ini,” tuturnya.

Meskipun acara tidak semegah tahun lalu, imbuh Triono, namun tahun ini ia lebih bangga dan bersyukur. “Karena fasilitas mulai dari sound system hingga lighting, mereka (santri) mampu beli sendiri. Itu bukti kemandirian, bukti kesungguhan, bukti jiwa besar yang sedang ditempa di pondok ini,” jelasnya.
Meski sempat diguyur hujan, semangat santri putra dan putri tidak surut. Mereka tetap menampilkan performa terbaik dengan penuh keceriaan. Sorak sorai dari wali santri maupun guru semakin menambah kemeriahan suasana Arena Gembira.
Acara ini diikuti seluruh santri putra dan putri dan disaksikan wali santri ustadz/ustadzah Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir dan masyarakat sekitar. Dalam pagelaran seni ini, santri mempersembahkan berbagai karya yang diproduksi dan dieksekusi sepenuhnya oleh mereka sendiri. Mereka menunjukkan kreativitas dan dedikasi yang luar biasa. Tari daerah, drama, musikalisasi puisi, paduan suara, sampai fashion show santri putri dihadirkan pada acara ini.
Dengan suksesnya Arena Gembira ini, diharapkan dapat mematahkan stereotip bahwa santri hanya menghabiskan waktu untuk mengaji. Pagelaran Arena Gembira ini menjadi bukti nyata bahwa para santri Pondok Pesantren Modern Hasan Munahir adalah generasi yang kreatif, mandiri, dan penuh inisiatif. Mereka tidak hanya mampu memahami ilmu agama, tetapi juga sanggup berkreasi, berkolaborasi, dan memimpin penyelenggaraan sebuah acara besar secara mandiri. Prestasi ini menunjukkan bahwa pendidikan pesantren berhasil mencetak pribadi yang unggul, percaya diri, dan siap berkontribusi dengan karya nyata untuk masyarakat. (*)



































