
SURABAYA | duta.co — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur resmi meluncurkan sebuah inovasi baru dalam menyosialisasikan dan mendidik pemilih melalui platform digital berupa podcast. Kehadiran podcast ini langsung mendapat apresiasi dari Ketua KPU Republik Indonesia, Mochammad Afifuddin, yang turut hadir meresmikan studio podcast KPU Jatim.
Afifuddin menilai inisiatif ini sebagai langkah kreatif dan strategis dalam memperluas jangkauan informasi kepemiluan ke seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda. “Ini adalah bentuk dedikasi dan kreativitas dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dapat dilakukan kapan saja, tidak hanya saat menjelang pemilu,” ujarnya.
Berbeda dengan metode konvensional seperti pencetakan brosur atau penyelenggaraan seminar yang membutuhkan anggaran besar, penggunaan podcast dinilai lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Selain itu, platform digital ini memungkinkan informasi disampaikan secara fleksibel, ringkas, dan mudah dipahami.
Podcast KPU Jatim menyajikan beragam topik, mulai dari tahapan pemilu, cara mencoblos yang benar, pentingnya partisipasi dalam demokrasi, hingga obrolan santai seputar isu kepemiluan. Bahasa yang digunakan pun disesuaikan agar bisa diterima oleh berbagai kalangan, termasuk pemilih pemula.
Afifuddin menambahkan bahwa inisiatif ini tidak hanya efektif dari sisi biaya, tapi juga menciptakan ruang diskusi yang inklusif dan terbuka. “Podcast ini bisa menjadi ruang interaktif. Kita bisa undang banyak narasumber, berdiskusi, dan menyampaikan pesan-pesan penting dengan cara yang mudah dipahami,” jelasnya.
Ketua KPU RI berharap langkah KPU Jatim ini dapat menjadi inspirasi bagi KPU di daerah lain di seluruh Indonesia. “Saya harap podcast ini tidak hanya berhenti di Jawa Timur, tapi bisa diikuti oleh kabupaten/kota lain. Bahkan bisa menjadi model untuk KPU RI dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif secara digital,” katanya.
Podcast ini juga membuka peluang dialog dua arah. Pendengar bisa mengirimkan pertanyaan atau tanggapan melalui media sosial resmi yang terhubung dengan podcast, sehingga KPU Jatim bisa lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Afifuddin juga menekankan bahwa pendidikan pemilih tidak harus dibalut suasana yang kaku dan tegang. Menurutnya, pemilu adalah momentum kebersamaan yang bisa dirayakan oleh semua kalangan dengan cara yang menyenangkan namun tetap bermakna.
“Pemilu jangan selalu dipahami dalam suasana serius. Ini adalah peristiwa yang bisa mempersatukan dan dimenangkan bersama oleh masyarakat, bukan hanya oleh kelompok-kelompok tertentu,” ungkapnya.
Ia pun menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi, termasuk dalam produksi konten kreatif yang informatif. “Bakat-bakat muda di Jawa Timur ini sangat luar biasa. Ini adalah modal penting untuk menghadirkan konten edukasi pemilih yang menarik dan relevan,” tambahnya.
Langkah Nyata untuk Pemilu Berkelanjutan
Dengan penggunaan media digital seperti podcast, KPU Jatim tidak hanya berinovasi secara teknis, tapi juga menunjukkan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan. Pengurangan penggunaan kertas dan bahan cetak lain dinilai sejalan dengan semangat pemilu yang ramah lingkungan.
Usai meresmikan studio podcast, Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin bersama Sekretaris KPU Jatim Nanik Karsini juga meninjau ruang layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai bagian dari penguatan layanan informasi publik.
“Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada teman-teman KPU Jawa Timur. Semoga podcast ini benar-benar memberi manfaat besar bagi pendidikan pemilih di seluruh Indonesia,” pungkas Afifuddin. (Rid)






































